Dewan Pengupahan Sudah Rekomendasikan UMK Kota Bandarlampung 2023

Kemungkinan Besar Nilainya Naik Dibanding UMK 2022

Plt Kadis Tenaga Kerja Kota Bandarlampung, Paryanto
Plt Kadis Tenaga Kerja Kota Bandarlampung, Paryanto
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM —  Dewan Pengupahan Kota Bandarlampung merekomendasikan Upah Minimum Kota (UMK) 2023 mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Besaran kenaikan tersebut masih menunggu keputusan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana.

Menurut Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bandarlampung, Paryanto, hasil rapat dengan dewan pengupahan tanggal 30 November 2022 sudah menetapkan UMK dan hasilnya akan diserahkan ke walikota.

“Kami  (Dewan Pengupahan) sudah membuat keputusan sebagai bahan pertimbangan bagi walikota untuk menetapkan UMK Kota Bandarlampung ini hasil rapat tanggal 30 November yang lalu. Untuk penetapan UMK 2023 ini acuannya berdasarkan Permenaker Nomer 18 tahun 2022 didalamnya sudah ada rumusan untuk menghitungnya. Hasilnya nanti kami serahkan ke walikota,” jelasnya, Selasa (1 /12/2022).

Paryanto menambahkan, untuk memutuskan UMK 2023 ini Pemkot masih memiliki waktu tujuh hari untuk penetapannya.

“Kami masih ada waktu untuk menetapkan UMK sampai 7 Desember. Hasil rekomendasi dewan pengupahan akan diserahkan ke walikota kemudian dari walikota setelah memutuskan berapa besarannya selanjutnya dari Pemkot akan mengkomunikasikan ke pak gubernur. Terakhir pak gubernur yang akan menetapkan,” jelasnya.

Saat ditanyakan apakah ada kenaikan UMK tahun 2023 dibanding tahun 2022 yang nilainya Rp2,7 lebih. Paryanto menjelaskan UMK 2023 dengan pertimbangan kondisi ekonomi dampak dari kenaikan BBM besar kemungkinan mengalami kenaikan.

“Yang diusulkan dewan pengupahan ada di kantong saya besarannya tapi saya tidak bisa menyampaikannya tunggu walikota karena yang ada di saya ini masih sebagai bahan pertimbangan dari dewan pengupahan. Dan yang pasti ada kenaikan dari tahun sebelumnya,” katanya.

Dandy Ibrahim