Dewi Fortuna masih menjauh dari Timnas Garuda

  • Bagikan
Timnas Garuda U-19 yang gagal total di Piala Asia

oleh alexander GB

Tim nasional Indonesia U-19 membawa harapan tinggi pecinta sepakbola Tanah Air ketika akan bertarung di ajang Piala Asia U-19 dengan tujuan Piala Dunia. Dengan berbekal persatuan kuat antar pemain yang telah berkumpul selama kurang lebih satu tahun terakhir dan juga dengan pengalaman tanding dengan beberapa tim yang presitisius, seperti Barcelona B dan Real Madrid Castilla pada beberapa laga terakhir, Indonesia U-19 diharapkan mampu berbicara banyak di Myanmar.

Namun, tingginya ekspektasi tampaknya membuat para Garuda Muda tidak bisa tampil maksimal. Alih-alih menembus babak final, pada babak grup Indonesia U-19 dipaksa menelan tiga kekalahan dalam tiga pertandingan. Pada laga pertama, skuat asuhan Indra Sjafri tumbang dengan skor 3-1 dari Uzbekistan, kemudian performa sedikit membaik di laga kedua meski kembali menyerah dengan skor 1-0, dan di laga pamungkas, Indonesia kembali tampil mengecewakan hingga kalah dengan skor 4-1 dari Uni Emirates Arab.

Setiap performa baik menang atau kalah tidak akan bisa lepas dari kritikan, yang terpenting adalah bagaimana PSSI mengelola situasi dan kondisi pada sepakbola nasional di setiap jenjang usia saat ini untuk bisa membawa Indonesia benar-benar berprestasi pada tahun-tahun ke depan.

Menteri pemuda dan olahraga Roy Suryo memberikan dukungan moril kepada penggawa tim nasional Indonesia U-19 setelah gagal lolos ke Piala Dunia U-20. Kegagalan timnas U-19 didapat usai dikalahkan Australia U-19 1-0 pada laga kedua Piala Asia 2014 di Stadion Thuwunna, Yangon, kemarin. Hasil ini membuat timnas U-19 menduduki posisi juru kunci klasemen sementara Grup B.

Roy berharap kegagalan itu tidak mematahkan semangat para pemain, mengingat karir mereka sebagai pesepakbola masih panjang. Kendati demikian, Roy menyayangkan kegagalan timnas U-19 meraih hasil bagus di Piala Asia 2014.

“Ayo Garuda Muda, jangan menangis. Segera bangkit, dan kembali terbang mengangkasa membawa asa Indonesia. Jangan patah semangat, apalagi tertekan. Usia dan karir mereka masih panjang, masih bisa berkarir di level yang lebih tinggi,” ujar Roy.

“Rasanya ada yang salah dengan U-19 ini sejak turun di Brunei [turnamen Hassanal Bolkiah Trophy]. PSSI sebagai induk organisasi sepakbola harus segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi.”

Blunder PSSI dengan menyertakan Timnas Garuda U-19 di HBT sebagai pengalihan turnamen di Spanyol, dan tur Nusantara berakibat fatal, Tim yang mestinya terus berkembang justru seperti kehabisan bahan bakar dan motivasi. Demikian halnya dengan sang pelatih, Indra Safri, yang  membutuhkan dukungan dari semua pihak, yang mestinya dijaga, dijamin tempatnya malah dipergunjingkan.

Evaluasi di tubuh PSSI wajib dilakukan. Sebab, ekspektasi masyarakat Indonesia pada olahraga ini sangat besar, meski belum sebanding dengan prestasi.  Dan kiprah Garuda Muda,telah memunculkan secercah harapan pada kita semua, bahwa jika pendidikan dan kondisioningnya tepat, kita pasti berprestasi.

Apresiasi tinggi diberikan pelatih timnas senior Indonesia, Alfred Riedl. Ia memutuskan memanggil dua pemain Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali, untuk mengikuti pelatnas timnas senior di Karawaci, Tangerang, pada pekan depan. Mereka akan diikutkan dalam persiapan menuju Piala AFF 2014. Karena dianggap secara kualitas mulai dari teknik, taktik, fisik, mental, gaya hidup, kecerdasan, kebiasaan, sifat, dan sikapnya memenuhinya.

Bagaimanapun juga, terima kasih Garuda Jaya!

  • Bagikan