Beranda Kabar Desa Di Desa Subik Lampura, Dana Desa Dipakai untuk Bangun 1,8 Km Jalan...

Di Desa Subik Lampura, Dana Desa Dipakai untuk Bangun 1,8 Km Jalan “Onderlaag”

110
BERBAGI
Jalan "onderlaag" di Desa Subik, Abung Tengah, Lampung Utara.

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Desa Subik, Abung Tengah, Lampung Utara memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun ini untuk pembangunan sejumlah sarana infrastruktur Desa. Salah satu di antaranya pembangunan jalan onderlaag yang baru saja mereka selesaikan.

“‎ADD Subik tahun ini kami gunakan untuk membangun jalan onderlaag sepanjang 1,8 kilometer yang menghubungkan dua Dusun,” kata Kepala Desa Subik, Ridwan di lokasi pembangunan jalan, Sabtu (29/7).

Menurut Ridwan, pembangunan jalan sepanjang 1.805 meter yang menghubungkan Dusun 3 dan Dusun 4 tersebut telah mencapai 100 persen atau dengan kata lain telah selesai secara keseluruhan.

Jalan penghubung dua Dusun ini merupakan murni keinginan warga yang disampaikan melalui Musyawarah Pembangunan Dusun, Musyawarah Pembangunan Desa (Musrendus dan Musrendes).

Mengingat pentingnya keberadaan jalan yang menghubungkan dua Dusun yaitu Dusun 3 dan 4, akhirnya diputuskan bahwa pembangunan jalan itu termasuk ke dalam prioritas pembangunan Desa mereka tahun ini.

‎Pentingnya keberadaan jalan penghubung ini juga yang membuat dirinya terpaksa mengambil kebijakan untuk menutupi sementara kekurangan anggaran pembangunan ‎jalan dengan dana pribadinya. Karena ketersediaan anggaran untuk pembangunan jalan ini terkendala oleh pola pencairan ADD yang tak dapat dilakukan sekaligus. ‎

“Pencairan ADD ini kan terbagi ke dalam dua tahap dengan pola 60 persen dan 40 persen. Makanya saya tutupi dulu kekurangan anggarannya dengan dana pribadi agar jalan ini cepat selesai dikerjakan dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,”paparnya.

‎Selain aspirasi warga, alasan lainnya pembangunan jalan ini, kata Ridwan lagi, sebagai persiapan jika suatu saat nanti Desa mereka akan dimekarkan. Sebab, dengan luas wilayah yang cukup luas dan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2.600 jiwa, potensi pemekaran Desa Subik kemungkinan besar dapat terjadi kapan saja. Oleh karenanya, diperlukan berbagai persiapan infrastruktur penunjang salah satu di antaranya pembangunan jalan.

“Jika nantinya warga Desa ini menginginkan Desa ini dimekarkan, maka sedikitnya sudah ada persiapan sarana infrastruktur yang pastinya akan dibutuhkan nantinya,” kata  mantan anggota DPRD periode 2004-2009.‎