Beranda Teras Berita Di Jatim, Pendukung Prabowo-Hatta Datangi KPU Jatim dan Terobos Kawat Berduri

Di Jatim, Pendukung Prabowo-Hatta Datangi KPU Jatim dan Terobos Kawat Berduri

177
BERBAGI
Prabowo dan Hatta Rajasa
SURABAYA,
Teraslampung.com –
Kericuhan terjadi saat pendukung pasangan Prabowo-Hatta
mendatangi Kantor KPU Jawa Timur (Jatim). Massa memaksa menerobos barisan
polisi dan kawat berduri.
Truk
pengunjuk rasa yang dipimpin Soepriyatno, Korlap Aksi yang juga Ketua DPD Partai
Gerindra berusaha menerobos kawat berduri dan melewati kendaraan water
canon
. Mereka kecewa akibat tidak diperbolehkan menggelar aksi dan
berorasi tepat di depan kantor KPU Jatim di Jalan  Raya Tenggilis,
Surabaya, pada Rabu (6/8/2014).
Bersamaan
dengan itu, ratusan polisi Sabhara langsung merangsek maju dan memukuli
sejumlah massa pendukung Prabowo dengan pentungan. Melihat kondisi semakin
tidak terkendali, polisi akhirnya menyemprotkan air ke arah truk dan kerumunan
massa.
Selain
itu, sejumlah aparat juga terlihat saling berebut menendang dan memukul
beberapa massa Prabowo-Hatta. Polisi akhirnya mengamankan tiga orang pengunjuk
rasa yang dianggap sebagai provokator kerusuhan.
Tak
hanya itu, beberapa massa mengalami luka-luka cukup serius. Salah satunya
adalah Ibrahim, pengurus DPD Gerindra Jatim. Kericuhan berakhir setelah pasukan
polisi ditarik menjauh dari kerumunan massa.
Pascabentrok
antara polisi dengan masa pendukung Prabowo-Hatta, giliran polisi bentrok
dengan wartawan se-Surabaya. Para jurnalis ini berdemo karena dipicu aksi tiga
reserse berpakaian preman yang merampas kamera Iin Tridiana, salah satu
fotografer Harian Birawa, yang tengah mengambil gambar aksi kericuhan antara
polisi dan pendemo.
“Tadi
ada tiga orang yang diamankan. Saat saya ambil gambar, tiga orang reserse
berpakaian preman mendatangi saya dan meminta kamera saya dan menghapus
gambar-gambar yang saya potret. Saya juga diusir keluar area. Saya kan juga ada
kartu pers, dan punya kode etik jurnalistik, tapi kenapa polisi berusaha
menghalang-halangi wartawan meliput peristiwa,” kata Iin.
Orasi
para wartawan di hadapan ratusan personel polisi, mendesak polisi untuk segera
meminta maaf. Kombes Pol Setija Junianta, Kapolrestabes Surabaya, yang berada
di lokasi bersedia meminta maaf atas nama institusinya dan berjanji akan
menindak anggotanya yang telah merampas dan menghapus gambar peristiwa yang
diambil si fotografer.
“Nanti
akan kami cek. Tadi juga saya sudah ditunjukan gambar orangnya dan sangat
jelas. Nanti tolong saya diberi salinan fotonya. Jadi itu ada, menunjuk foto
yang diduga. Nanti akan kita cek, karena reserse tersebut berpakaian preman.
Saya janji karena foto tadi jelas. Kami Polrestabes Surabaya meminta maaf atas
aksi anggota tersebut,” papar Setija.
Sementara
itu, di KPU Provinsi Bali, masa pendukung Prabowo-Hatta membentangkan spanduk
dengan membawa dua spanduk besar bertuliskan ‘tolak hasil pemilu curang’. Aksi
tersebut mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian.

“Aksi
ini merupakan solidaritas untuk mendukung secara moral proses gugatan yang
sedang berjalan di MK saat ini. Kami menolak pemilu curang sebagaimana materi
gugatan yang tengah berproses di MK hari ini,” ujar  Wayan Wiratmaja,
Juru bicara aksi, di Denpasar, pada Rabu (6/8/2014).
Aksi
ini, menurut I Made Mudarta, Wakil Ketua Pengarahan Pemenangan Prabowo-Hatta,
tidak berdasarkan instruksi tim Prabowo-Hatta Bali. Karena aksi ini lebih
merupakan bentuk dukungan moral kepada MK agara tetap teguh berpegang pada
aturan hukum.
“Itu
aksi spontan dari relawan yang menuntut keadilan dan penegakan hukum. Tim hukum
juga agar bekerja profesional dan semangat. Apapun keputusan MK mari kita
dukung dan hormati. Kalau ada yang melakukan kesalahan dan dibiarkan, maka
kesalahan itu dianggap kebenaran. Ini tentu berbahaya bagi demokrasi kita ke
depan,” tandasnya. (nefosnews.com)

Loading...