Beranda News Pemilu 2019 Di Jaya Baya Dua, Abi Hasan Mu’an Dengarkan Keluhan Ibu-Ibu Soal PKH...

Di Jaya Baya Dua, Abi Hasan Mu’an Dengarkan Keluhan Ibu-Ibu Soal PKH Rastra

45
BERBAGI
Caleg Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung dapil Bandarlampung Abi Hasan Mu'an bersama ibu-ibu di Kelurahan Jaya Baya Dua,Bandarlampung.
Caleg Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung dapil Bandarlampung Abi Hasan Mu'an bersama ibu-ibu di Kelurahan Jaya Baya Dua,Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Caleg Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung dapil Bandarlampung Abi Hasan Mu’an melakukan sosialisasi di Kelurahan Jaya Baya Dua, Kecamatan Way Halim,Kamis sore (6/12)

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh  para ibu itu, mantan Direktur LBH Bandarlampung Abi Hasan Mu’an mendengarkan keluhan mereka tentang perjuangannya masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Rastra.

“Apa yang dilakukan oleh para ibu sudah benar undang undang menjamin bahwa para ibu yang tidak masuk dalam BDT (Base Data Terpadu) bisa aktif untuk mendaftarkan dirinya,” jelasnya.

Namun upaya untuk aktif mendaftarkan dirinya agar bisa masuk dalam program pemerintah PKH Rastra Abi Hasan menyarankan melakukannya secara berkelompok.

“Agar apa yang diperjuangkan tersebut berhasil, baiknya jangan dilakukan sendiri sendiri tapi dilakukan secara berkelompok, dengan berkelompok akan lebih dieperhitungkan,” saran mantan Ketua Peradi Lampung itu.

Lebih lanjut Abi Hasan menjelaskan kepada sekitar 26 ibu di Kelurahan Jaya Baya Dua itu pentingnya mereka masuk dalam BDT sebab dengan masuk Base Data Terpadu kebutuhan dasar mereka akan terpenuhi.

“Saya jelaskan ke para ibu selain kebutuhan dasar mereka terpenuhi jika mereka ada di BDT dalam empat bulan akan mendapatkan bantuan uang tunai, dalam tiap bulan akan mendapatkan beras, minyak, gula dan telor.”

“Selain itu pemerintah juga berkewajiban melakukan penyediaan sumber mata pencaharian dibidang usaha sektor informal, pemerintah juga akan memberikan bantuan permodalan dan pemasaran hasil usaha, yang sumber pendanaan dari berasal dari APBN, APBD dan dana yang disisihkan dari perusahaan perseroan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu ada seorang ibu yang mengungkapkan masalahnya, setelah kartunya diganti dari BLT menjadi kartu keluarga sejahtera ibu tersebut tidak pernah lagi mendapat bantuan rutin.

“Terhadap kartu yang tidak ada dananya saya minta mereka mengadukan masalah tersebut dan saya siap membantu mengurusnya,” kata Abi Hasan Mu’an yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Dandy Ibrahim

Loading...