Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Di Ponpes Al-Fatah Negara Ratu, Masjid Terbesar di Lampung Diresmikan

Di Ponpes Al-Fatah Negara Ratu, Masjid Terbesar di Lampung Diresmikan

637
BERBAGI
Peresmian Masjid An-Nubuwwah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (4/5/2018) malam.
Peresmian Masjid An-Nubuwwah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (4/5/2018) malam.

LAMPUNG SELATAN–Pjs. Gubernur Lampung yang diwakili Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat menghadiri Peresmian Masjid An-Nubuwwah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (4/5/2018) malam.

Masjid ini terbesar di Provinsi Lampung dengan luas bangunan 3.526 m2 di atas lahan seluas 8.632 m2. Masjid ini mampu menampung jama’ah sebanyak 6.000 orang dan memiliki sejumlah fasilitas di kompleks Masjid seperti perpustakaan multimedia online, aula telekonferensi, studio radio dan televisi Islam. Selain itu, disediakan poliklinik masyarakat, kantor Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

“Saat ini, tentunya menjadi moment yang sangat bersejarah bagi Masyarakat Lampung Selatan khususnya, mengingat Masjid An-Nubuwwah ini telah selesai dibangun dan kita bisa menyaksikan bangunannya cukup representatif,” ujar Taufik Hidayat. Taufik mengatakan proses pembangunan masjid / rumah ibadah ini membutuhkan perjuangan.

“Alhamdulillah berbagai tantangan dapat teratasi berkat kerja keras dan kerja sama serta semangat yang luar biasa dari para pengurus masjid maupun panitia pelaksana pembangunannya. Semoga sikap kerja sama dan semangat yang telah tumbuh tersebut dapat terus dipupuk dan diimplementasikan bagi kemajuan Pembangunan Daerah Lampung sebagai mitra Pemerintah di bidang pembangunan keagamaan,” katanya.

Taufik menegaskan peran agama sangat penting dalam proses pembangunan daerah dan pembinaan kerukunan hidup. Dua hal ini saling berkaitan bagi kepentingan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Pembangunan sektor agama sebagai bagian pembangunan daerah, merupakan sikap peduli pemerintah bersama masyarakat terhadap pembangunan aspek spiritual,” ujarnya.

Urgensi pembangunan mental spiritual ini, lanjut Taufik, dikarenakan bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang masyarakatnya religius, menempatkan nilai-nilai Ketuhanan paling sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hal tersebut, tertuang dalam Dasar Negara kita Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diformulasikan dalam kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.

Untuk itu, letak peran positif agama pada hal ini yaitu merupakan faktor utama dalam membentuk kepribadian manusia. Bahkan manusia sebagai mahluk sosial belum menjadi manusia sepenuhnya tanpa agama.

“Untuk itu dalam rangka menunjang tercapainya tujuan tersebut, melalui masjid diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk senantiasa beribadah dan meningkatkan kualitas iman dan taqwanya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Jamaah Muslimin ( Hizbullah), Ustadz KH Drs Yakhsyallah Mansur MA mengatakan peresmian Masjid An-Nubuwwah pada malam ini, merupakan salah satu rangkaian dari beberapa acara yang telah diselenggarakan sejak Senin (30/4/2018).

Kegiatan tersebut di antaranya Konferensi Pemuda Internasional untuk Pembebasan Palestina dan Al-Aqsa yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Lampung, Bazar Sya’ban dan Expo Dunia Islam yang dilaksanakan di Ponpes Al-Fatah.

“Insya Allah akan pula dilakukan Tabligh Akbar yang akan di selenggarakan hari ahad (Minggu). Ini sebagai acara tahunan yang biasanya diselenggarakan di Bogor tetapi kali ini akan dilaksanakan di Masjid ini. Dan biasanya dihadiri 12 Ribu jama’ah,” ujar Yakhsyallah Mansur yang juga sebagai Pembina Utama Ponpes Al-Fatah, Bogor.

Ponpes Al-Fatah sendiri berpusat di Bogor, Jawab Barat, memiliki cabang-cabang Yayasan diantaranya, di Sumsel, Jambi, Sumut, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku dan Lampung. Penekanan sirine dimulainya pembangunan Masjid An-Nubuwwah pada 2014 silam oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Zulkifli Hasan, pada peresmiannya kali ini, Zulkifli yang kelahiran Lampung itu juga kembali yang melakukan peresmiannya.

“Dengan fasilitas yang seperti ini, infrastruktur, sarana dan prasarana yang lebih bagus pada sekarang ini, harus dan wajib para santri untuk lebih baik lagi,” ujar Zulkifli.

Zulkifli mengatakan ketika umat islam ingin memiliki kejayaan, kuncinya adalah harus bisa memakmurkan Masjid.

“Islam bisa berjaya jika masayarakatnya mampu memakmurkan dan meramaikam Masjid. Masjid harus jadi pusat pertumbuhan kebangkitan islam. Ketika Eropa masih gelap, Masjid adalah cahaya yang menerangi tingginya peradaban islam,” katanya.

Loading...