Beranda News Covid-19 Di Sleman, 47 Siswa Positif Covid-19 Setelah Kembali ke Sekolah

Di Sleman, 47 Siswa Positif Covid-19 Setelah Kembali ke Sekolah

269
BERBAGI
Petugas Biddokkes Polda DIY mengambil sampel darah sejumlah santri saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 4 Juli 2020. Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah menggelar rapid test untuk santri yang baru saja tiba dari luar kota. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Petugas Biddokkes Polda DIY mengambil sampel darah sejumlah santri saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 4 Juli 2020. Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah menggelar rapid test untuk santri yang baru saja tiba dari luar kota. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

TERASLAMPUNG.COM — Sebanyak 47 siswa dari dua sekolah di Sleman,Yogyakarta, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah kembali belajar di sekolah. Kasus positif Covid-19 itu ditemukan dalam pemeriksaan di dua lembaga pendidikan berbentuk asrama di Sleman, Yogyakarta, Selasa 29 September 2020.

Kedua lembaga pendidikan itu sebelumnya telah menggelar kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka.

Hasil pemeriksaan itu diumumkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka melakukan pelacakan (tracing) terhadap kontak erat di ring satu dan dua dari dua orang yang telah lebih dulu terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona Covid-19.

“Hasilnya 47 peserta didik terkonfirmasi positif dan 50 peserta didik lain masih menunggu hasil swab test,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo, Selasa.

Temuan itu membuat Gugus Tugas Covid-19 Sleman dijanjikan Joko akan melanjutkan tracing menyeluruh sampai tuntas. Orang-orang yang didapati positif terinfeksi virus itupun akan dikirimnya ke tempat yang telah disediakan untuk menjalani isolasi, “Tergantung tingkat gejala atau asimtomatis (tanpa gejala).”

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan melakukan karantina (lockdown) peserta didik yang masih tinggal di asrama itu dengan protokol kesehatan ketat. “Kami terus melakukan pembersihan lingkungan termasuk penyemprotan desinfektan selama lima hari berturut turut pada area/kawasan belajar itu,” kata Joko menambahkan.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan dua lembaga pendidikan itu menyumbang hampir seluruh jumlah 49 kasus baru di Yogyakarta sepanjang Selasa. Sumbangan dari sekolah itu masih mungkin bertambah karena puluhan siswa lainnya saat yang sama masih menunggu hasil swab test.

Total kasus positif Covid-19 DIY sampai saat ini ada 2.607 orang. Perinciannya: pasien sembuh 1.856 orang, meninggal 67 orang, dan sebagian masih perawatan.

tempo

Loading...