Beranda Hukum Di Tiga Kabupaten di Lampung Ini Ada Rumah Jadi Tempa Buat Senjata...

Di Tiga Kabupaten di Lampung Ini Ada Rumah Jadi Tempa Buat Senjata Api Rakitan

133
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono saat memusnahkan senjata api ilegal dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda besar di lapangan Makorem 043 Gatam.
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono saat memusnahkan senjata api ilegal dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda besar di lapangan Makorem 043 Gatam.

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Korem Garuda Hitam Lampung berhasil mengumpulkan 193 senjata api rakitan dari masyarakat Lampung dalam kurun 2017 hingga Maret 2018.Senjata api itu kemudian dimusnahkan di Lapangan Makorem Garuda Hitam di Bandarlampung, Rabu, 14 Februari 2018.

Danrem Garuda Hitam Kolonel Hadi Basuki mengatakan senjata api tersebut diserahkan secara sukarela oleh masyarakat di lima daerah di Lampung.

“Program awal kami adalah  bagaimana senjata itu dapat kita ambil selanjutnya kita bersama-sama dengan pihak kepolisian, kejaksaan untuk mencari tahu dari mana senjata api ilegal tersebut didapat,” kata Danrem, Rabu (14/3/2018).

Hasilnya, sekitar 2-3 bulan lalu dapat ditemukan sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat pembuatan senjata api rakitan seperti di daerah Mesuji, Tulangbawang dan belum lama ini di wilayah Lampung Timur. Sementara untuk daerah lainnya, hanya sebagian saja.

“Dari beberapa tempat itu, yang lebih dominan adalah daerah Mesuji, Tulangbawang dan Lampung Tengah. Bapak Kapolda Lampung sudah langsung melakukan peninjauan di beberapa tempat tersebut,”terangnya.

Selain ratusan pucuk senjata api ilegal yang disita lalu dimusnahkan, pihaknya juga menerima penyerahan berbagai jenis amunisi aktif sebanyak 829 butir. Namun untuk pemusnahan ratusan amunisi tersebut, dilakukan di Paldam (Peralatan daerah militer) dengan cara peleburan.

BACA: 193 Senpi Rakitan yang Dimusnahkan Korem Gatam Berasal dari Lima Daerah

“Dari senjata api yang disita, kita lihat amunisinya ada yang isinya satu dan dua peluru. Untuk amunisinya sudah dilebur di Paldam, kalau kita hanya musnahkan senjata apinya saja agar tidak bisa digunakan lagi,”ujarnya.

Saat disinggung terkait banyaknya senpi ilegal yang disita, pastinya tidak terlepas dengan beredarnya amunisi. Danrem menuturkan, pihaknya sudah melakukan pendalaman secara intern apakah ada yang dari TNI, kepolisian ataupun dari Perbakin dan saat ini masih dalam penelusuran.

“Untuk intern TNI, kami sudah mencoba untuk melakukan pendataan, pertanggungjawaban serta penggunaannya. Untuk hal ini, kami terus lakukan kordinasi dengan kepolisian dan Perbakin siapa saja yang membeli amunisi tersebut untuk dapat diketahui secara pasti mengenai amunisi tersebut,”ungkapnya.

Menurutnya, peredaran senpi di lampung masih sangat tinggi dan hal ini pasti berdampak pada keamanan yang dapat terganggu dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Yakni dengan berbagai modus kriminal, sehingga banyak korban yang berjatuhan di masyarakat tidak terkecuali dari jajaran Polri dan TNI.

Dalam hal ini, Korem Gatam memiliki peran untuk menjaga stabilitas keamanan dengan mendukung program Polri bersinergi dengan Polda Lampung untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Terutama ditengah kondusifitas selama pelaksanaan Pilkada serentak 2018, dalam dukungannya itu pihaknya akan terus melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat agar tidak memiliki ataupun menyimpan senjata api ilegal, karena hal itu tidak ada gunanya meski dengan alasan apa pun.

BACA: Korem Gatam Musnahkan 193 Senjata Api Rakitan

“Dengan Hasil ini, kami tidak langsung berpuas hati dan akan terus mengimbau masyarakat agar mau menyerahkan senjata api. Karena itu adalah bentuk pelanggaran dan melanggar hukum, dan ada ancaman hukumannya jika tidak menyerahkannya. Jadi baiknya diserahkan saja kepada petugas Kepolisian maupun TNI,”jelasnya.