Beranda News Diancam karena Berita, Kantor Lampung Post Dijaga Ratusan Personel Brimob

Diancam karena Berita, Kantor Lampung Post Dijaga Ratusan Personel Brimob

1380
BERBAGI
Suasana kantor Lampung Post di Jl. Soekarno Hatta Bandarlampung, Sabtu siang (18/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kantor surat kabar harian Lampung Post (Lampost), mendadak dijaga ratusan aparat Brimobda Lampung senjata lengkap, Sabtu (18/3/2017) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Petugas gabungan dari Brimobda Lampung, Polres Lampung Selatan dan Jajaran, Polresta Bandarlampung beserta Jajajaran dan TNI dengan senjata lengkap siaga melakukan penjagaan ketat di kantor surat kabar harian Lampost.

Penjagaan ketat tersebut terkait dugaan adanya penelpon bernama Ujang  yang mengaku sebagai Kepala Kampung (Kakam) dari Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran pada Sabtu siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Penelepon itu meminta agar Lampung Post (Lampost) mengubah dan memperbaiki  berita yang terbit di halaman depan koran Lampost hari ini, Sabtu (18/3/2017) dengan judul  “Bersih-Bersih Kampung Narkoba”.

“Penelepon gelap itu mengancam, mau mendatangkan massa banyak mendatangi kantor Lampost kalau tidak diubah beritanya,” kata Suroso (33), petugas etugas satuan pengamanan (Satpam) Lampost, Sabtu (18/3/2017).

Satpam Lampost itu kemudian mengatakan akan menyampaikan pesan itu kepada  ke pimpinan Lampost dan bagian redaksi. Ia juga sudah menjelaskan, bahwa dirinya hanyalah sebagai Satpam yang tugasnya hanya menjaga kantor bukan mengubah berita.

Karena khawatir terjadi  hal buruk,  saat itu juga Suroso melapor pesan dari penelepon tersebut kepada  pimpinannya dan bagian redaksi. Setelah itu, pihak kantor Lampost melaporkan adanya ancaman tersebut ke aparat kepolisian Polres Lampung Selatan.

Judul berita koran Lampung Post yang diduga memicu aksi penelepon gelap meneror Lampost.

Sementara Waka Polres Lampung Selatan, Kompol I Ketut Suryana saat diwawancarai di Lampost membenarkan pihaknya melakukan penjagaan di surat kabar Lampost setelah menerima laporan dari pihak Lampost bahwa akan adanya ratusan massa yang diduga akan melakukan penyerangan di kantor surat kabar Lampost.

“Mendapat laporan tersebut, kami langsung melakukan penjagaan agar tidak terjadi hal buruk yang tidak kita inginkan bersama,”ujarnya, Sabtu (18/3/2017) sore.

Menurut mantan Kapolsekta Tanjungkarang Barat ini, personel yang siagakan ada 150 polisi gabungan. Selain personel dari Polres Lampung Selatan, didukung juga petugas Brimobda Lampung, Polresta Bandarlampung, dan  TNI.

“Saat ini petugas masih menyelidiki, dan mencari siapa penelepon gelap tersebut diduga akan melakukan penyerangan tersebut,”terangnya.

Dikatakannya, meski hari ini tidak adanya massa yang akan mendatangi kantor surat kabar Lampost, pihaknya akan tetap melakukan penjagaan hingga sampai situasinya benar-benar kondusif.

Penelepon gelap yang mengaku sebagai Kakam dan mengancam Lampost itu diduga tidak terima terkait masalah pemberitaan yang dinilai merugikan semua warga Desa Bumi Agung karena Lampost membuat judul yang mengandung frasa “kampung narkoba”.

Hingga Sabtu sore belum ada kejelasan ihwal jati diri penelepon yang membuat kecemasan awak Lampost itu.

 

Berita Lampost berjudul “Bersih-Bersih Kampung Narkoba” merupakan hasil liputan wartawan Lampost tentang amuk massa di Polsek Tegineneng, Kabupaten Pesawaran pada Jumat siang (17/3/2017).

Amuk massa itu dipicu oleh tewasnya warga Desa Bumi Agung bernama Edi dan mayatnya ditemukan di Bendungan Argo Guruh. Warga menuduh polisi yang menyebabkan pria tersangka kasus narkoba itu tewas karena dibunuh polisi. Namun, hal itu dibantah Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan.

Menurut Kapolres, Edi tewas karena menceburkan ke sungai saat hendak ditangkap polisi.

Dari kejadian tersebut, aparat kepolisian gabungan, menangkap lima orang dari desa tersebut yang diduga melakukan perusakan Mapolsek Tegineneng.

Loading...