Dianggap Ingkar Janji Soal RSU Ryacudu, Ampera Siap Mendemo Pemkab Lampura

  • Bagikan
RSUD Ryacudu Lampung Utara
RSUD Ryacudu Lampung Utara

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Lantaran dianggap ingkar janji, ‎Aliansi Masyarakat Peduli Lampung Utara (Ampera) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa secara besar – besaran di kantor pemkab. Aksi ini adalah aksi susulan untuk menuntut pengusutan penyebab utang belasan Miliar di RSU H.M.Ryacudu Kotabumi.

‎”Perwakilan pemkab janji dalam waktu 10 hari akan melakukan rapat bersama dengan Inspektur dan manajemen RSUR 2014 – 2020 serta Ampera, tapi hingga saat ini janji itu tidak ditepati!” kata Ketua PGK Lampung Utara, Exsadi yang dalam aksi unjuk rasa sebelumnya berperan sebagai koordinator lapangan, Sabtu (11/9/2021).

Sikap yang diperlihatkan oleh ‎Pemkab Lampung Utara menimbulkan kekecewaan yang mendalam di hati para peserta aksi. Padahal, mereka sangat berharap akan ada langkah tegas dari pemkab supaya persoalan RSUR segera terselesaikan.

“Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan kemarin terkesan tidak masuk akal. Kami ingin ada penjelasan yang lebih rasional dalam persoalan utang RSUR,” paparnya.

Sebagai respon dari dilanggarnya komitmen tersebut, Exsadi menegaskan, ia dan rekan – rekannya yang tergabung dalam Ampera telah sepakat akan kembali turun ke jalan. Kali ini dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

“Aksi yang akan datang adalah bentuk nyata kepedulian dan kecintaan kami terhadap Lampung Utara. Pemkab tidak boleh membiarkan persoalan ini terus menimbulkan kegaduhan,” terang dia.

Di lain sisi, Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Mankodri membantah jika dikatakan pihak pemkab telah ingkar janji. Menurutnya, ia telah menyerahkan sepenuhnya persoalan ini pada Asisten II yang membidangi persoalan kesehatan.

“Untuk hasilnya seperti apa, saya belum dapat informasi karena secara tugas pokok dan fungsi, persoalan ini di bawah Asisten II,” katanya.

Pada ‎Kamis (26/8/2021), puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lampung Utara mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas persoalan utang sebesar Rp11 Miliar di Rumah Sakit Umum H.M.Ryacudu Lampung Utara. Tuntutan itu mereka sampaikan saat berunjuk rasa di tiga tempat, Kamis (26/8/2021).

“Kegaduhan akibat utang RSUR harus segera diselesaikan. Cara terampuhnya adalah masuknya aparat penegak hukum ke dalam persoalan itu,” tegas Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa, Exsadi.

Exsadi mengatakan, pemeriksaan terhadap persoalan ini harus dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan itu dapat dimulai dari laporan keuangan tahun 2014 hingga 2020. Dengan demikian, benang kusut dalam persoalan ini dapat segera terurai.

“Memang membutuhkan waktu untuk mengusut tuntas persoalan ini, tapi hasil pemeriksaan ini akan mampu menyelamatkan RSUR di masa mendatang,” tuturnya.

  • Bagikan