Dibantu Istri Bupati Lamsel, Mata Warga Sidomulyo yang Buta karena Glaukoma akan Dioperasi

  • Bagikan
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan yang juga istri Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Winarni, menyambangi kediaman Sopyan untuk menyerahkan bantuan, Rabu (4/8/2021).
Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan yang juga istri Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Winarni, menyambangi kediaman Sopyan untuk menyerahkan bantuan, Rabu (4/8/2021).

Zainal Asikin I Teraslampung.com

LAMPUNGSELATAN— Berita yang dimuat Teraslampung.com edisi Senin (2/4/2021) berdampak positif bagi nasib Sopyan (31), warga di Dusun Sumberejo, Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan yang kini menjadi buta karena penyakit glaukoma yang diidapnya. Prihatin dengan nasib Sopyan, pada Rabu (4/8/2021) istri Bupati Lampung Selatan yang juga sebagai Ketua Tim penggerak PKK di Kabupaten Lampung Selatan, Winarni Nanang Ermanto, menyambangi rumah Sopyan.

BACA: Terserang Glaukoma Hingga Buta, Warga Lamsel Ini Butuh Uluran Tangan

Dalam kunjungannya, istri Bupati Nanang Ermanto beserta rombongan memberikan bantuan berupa sembako serta dana sebagai bentuk kepedulian pimpinan Lampung Selatan untuk meringankan beban kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Sopyan. Winarni juga akan membantu proses pengaktifan kembali kartu BPJS Sopyan dan operasi mata Sopyan.

“Ini adalah sebagai bentuk dukungan pemerintah mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa, Puskesmas, TNI, Polri, Dinas Kesehatan serta lapisan masyarakat yang peduli terhadap warga yang sedang membutuhkan bantuan serta dukungan,”kata Winarni.

Bentuk dukungan yang diberikannya, kata Winarni, yakni mengaktifkan kartu BPJS Sopyan terlebih dahulu.

“Tadi telah di sampaikan oleh Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, bahwa arahan dari RS Graha Husada agar Sopyan dapat berobat jalan terlebih dulu. Setelah itu, nantinya dilanjutkan dengan melakukan operasi pada kedua matanya,” kata Winarni.

Winarni menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam ada warganya yang membutuhkan pertolongan, dan akan mencari solusi jalan keluarnya karena saat ini Sopyan ini tidak bekerja akibat sakit yang dideritanya. Sehingga, saat ini Sopyan tidak bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kami akan membantunya. Sesuai program Bupati Lampung Selatan selalu peduli terhadap masyarakat yang terkena musibah dan membutuhkan pertolongan,”ungkapnya.

Selain itu juga, kata Winarni, kedepannya, akan kami upayakan juga bantuan program bedah rumah yang mana Sopyan ini tercatat sebagai warga kurang mampu dan belum mempunyai rumah sendiri.

“Jadi pak Kades dan Camat yang mengurus segala sesuatunya nanti, sehingga nanti pak Bupati bisa meninjau dan mengabulkannya agar Sopyan ini memiliki tempat tinggal sendiri,”pungkasnya.

Sopyan dan Istrinya, Susi tidak menyangka dikunjungi langsung oleh istri Bupati Lampung Selatan dan menerima bantuan baik itu berupa sembako maupun bantuan berupa uang. Sopyan pun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nanang Ermanto, Ibu Bupati Winarni dan lainnya atas kepedulian terhadap dirinya.

“Saya ucapkan terimakasih atas segala perhatiannya pak Bupati dan Ibu Bupati serta lainnya yang sudah memberikan bantuan dan suport terhadap saya dan keluarga. Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih,”tutur Sopyan.

Diketahui sebelumnya, menderita sakit pada kedua bola matanya hingga keluar dan tidak bisa melihat lagi, jalan hidup Sopyan (31), warga asal Dusun Sumberejo, Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan kini hanya bisa pasrah.

Kondisi keluarganya yang miskin, membuat ia tidak mendapatkan pertolongan dokter dengan cepat. Ia pun kini tidak bisa bekerja sebagai buruh kasar untuk menafkahi keluarganya.

“Ya beginilah mas hidup kami apa adanya. Kondisi saya sekarang ini, hanya di tempat tidur saja hari-harinya. Mau ngapa-ngapain sudah nggak bisa, karena kedua mata saya tidak bisa melihat lagi,”kata Sopyan kepada teraslampung.com, Minggu (1/8/2021) siang.

Sopyan bersama istrinya, Susi (27), dan satu orang anak perempuannya yang masih kecil tinggal di sebuah rumah yang berukuran 4×6 meter berdinding bilik bambu. Bilik bambu rumahnya sudah mulai lapuk dimakan rayap. Rumah berlantai tanah yang lebih pas disebut gubuk itu pun berdiri di atas tanah orang lain.

“Tanahnya menumpang milik orang lain,” katanya.

Sopyan menceritakan awal penyakit yang dideritanya. Sebelumnya, Ia juga pernah mengalami sakit pada kedua bola matanya beberapa tahun lalu. Tapi tidak sampai parah seperti sekarang ini, yakni kedua bola matanya hingga keluar dan sama sekali sudah tidak bisa melihat apapun.

“Dulu juga pernah sakit mata saya, tapi cukup minum obat warung saja seperti paramex sudah sembuh. Sakit sekarang ini yang parah, kedua mata saya sudah tidak melihat sama sekali,”ungkapnya sembari menahan sakit kedua matanya.

Sebelum kedua matanya sakit separah ini dan tidak bisa melihat lagi, kata Sopyan, awalnya ia membantu di sebuah acara resepsi hajatan. Kemudian Ia kerja mencabuti bulu ayam di tempat penjualan ayam potong sampai lembur tiga malam. Saat itu kepalanya terasa pusing dan sakit yang sudah tidak tertahan lagi.

“Karena kepala saya terasa sakit, malam itu langsung saya tidur di rumah dan saya sudah tidak sadar apa-apa lagi. Begitu bangun tidur paginya, kedua mata saya ini sakitnya tidak karuan dan tiba-tiba sudah keluar seperti ini dan tidak bisa melihat lagi,” katanya.

Menurutnya, dari kejadian itu sampai sekarang ini, sudah ada sekitar satu bulan lebih Ia menderita sakit kedua bola matanya hingga keluar dan tidak bisa melihat lagi dan belum mendapat penanganan medis sama sekali.

“Kalau ke medis belum, karena kalau ke medis biayanya pasti besar dan saya tidak punya uang untuk itu. Saat itu saya jalani terapi, dari terapi itu katanya kedua mata saya ini terkena racun kembang sawit dan terlalu banyak minum obat warung paramex,”ujarnya.

Saat disinggung apakah tidak memiliki kartu BPJS. Sopyan mengaku ada, tapi kartu BPJS yang dimilikinya sudah non-aktif. “Ada kartu BPJS-nya, tapi katanya sudah nggak bisa dipake (non-aktif),”tandasnya. glaukoma.

“Kalau dokter bilang, katanya kena glaukoma. Misalnya dioperasi, kedua bola matanya harus dibuang semua karena sudah rusak dan pastinya buta. Saya bingung, harus bagaimana ini,”pungkasnya.

  • Bagikan