Dibekingi Oknum Tokoh dan Aparat, Tiap Minggu Ratusan Kayu Sonokeling Register 19 Diangkut ke Yogya

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kasi Intel Korem 043 Garuda Hitam, Letkol Inf Edwin Gunawan mengatakan, kayu sonokeling hasil curian dari kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurrahman atau Register 19 hutan lindung Gunung Betung di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Dalam seminggu, ratusan kayu sonokeling ini bisa sampai tiga kali diangkut dan dikirimkan ke jawa.

“Ratusan kayu sonokeling hasil pembalakan liar (illegal logging) dari hutan kawasan Register 19 ini, oleh para pelaku pencurian pembalakan liar dijual dan dikirimkan ke daerah Jogja yang nilai uangnya mencapai ratusan juta,”kata Edwin.

Dikatakannya, pengungkapan pencurian kayu sonokeling atau ilegal loging dari hutan kawasan register 19, setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang marakanya pencurian kayu tersebut.

“Informasi yang didapat, kegiatan pembalakan liar  ini sudah berlangsung selama satu tahun lebih,”ujarnya.

Dari informasi itu, kata Edwin,  langsung ditindaklanjuti. Dalam penyelidikan, ternyata benar adanya aktifitas pembalakan liar di dalam hutan kawasan tersebut. Hasilnya, ditemukan kayu sonokeling yang sudah berbentuk balok diameter 25×35 cm dengan panjang 2 meter jumalahnya mencapai ratusan.

“Ratusan kayu sonokeling hasil curian itu, disembunyikan di beberapa titik di dalam hutan kawasan register 19. Kayu-kayu itu, sudah siap angkut,”terangnya.

Dengan hasil tangkapan ini, pihaknya belum bisa memastikan pelakunya. Namun, ia menduga, adanya indikasi keterlibatan tokoh-tokoh yang membekingi kegiatan pembalakan liar.

“Dugaan mengarah ke Kepala Desa masih kami dalami. Mengenai adanya oknum aparat TNI yang ikut terlibat ilegal loging, selentingan memang ada keterlibatan oknum, tapi belum bisa dibuktikan. Karena mereka bisa saja berprilaku mengaku sebagai oknum aparat untuk menakuti masyarakat. Atau memang adanya oknum yang benar-benar terlibat,”ungkapnya.

Edwin menegaskan, operasi di hutan kawasan Register 19 ini, akan terus dilakukan hingga semua pelaku yang terlibat ilegal logil dapat segera terungkap.

  • Bagikan