Beranda Headline Dicurigai Jual Pertalite Oplosan, SPBU Madukoro Kotabumi Digeruduk Warga

Dicurigai Jual Pertalite Oplosan, SPBU Madukoro Kotabumi Digeruduk Warga

2350
BERBAGI
Salah seorang pengendara terlihat menguras BBM jenis pertalite dari tangki sepeda motornya untuk diganti dengan BBM jenis premium. © teraslampung.com

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Menduga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual oleh Stasiun Pengisian ‎Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.345.101, Madukoro, Kotabumi Utara‎, Lampung Utara bercampur air atau ‘oplosan’, sejumlah pengendara kenadaraan bermotor yang merasa dirugikan mendatangi SPBU itu untuk menuntut pertanggungjawaban, Sabtu pagi (13/5/2017).

Terungkapnya dugaan BBM ‘oplosan’ ini pertama kali diungkap oleh Saleh (40), ‎supir angkutan umum jurusan Kotabumi – Negara Ratu, Sabtu (13/5/2017) sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya, Saleh tak menaruh curiga saat mobilnya diisi bensin oleh petugas SPBU. Namun, alangkah terkejutnya Saleh, begitu terkena tangannya cipratan bensin saat petugas mencabut selang pengisi bensin dari tangki mobilnya. Cipratan bensin itu diduganya mengandung air.

Saleh langsung merespons kecurigaannya ini dengan mempertanyakannya langsung kepada petugas yang baru saja mengisi tangki mobilnya. Saat itu, petugas tetap kekeh kalau bensin mereka sama sekali tak bercampur dengan air. Meski sepenuhnya yakin bensin yang baru saja diisi petugas ke dalam mobil bercampur air, namun Saleh memutuskan pergi lantaran tak ingin beradu argumen.

“‎BBM pertalite yang saya isi itu seharga Rp110 ribu,” kata dia saat ditemui di SPBU.

Kecurigaan Saleh akhirnya benar – benar terbukti saat mobil yang dikendarainya mendadak mati di tanjakan yang berada di depan Polsek Kotabumi Utara. Ia langsung memeriksa kondisi karburator mobilnya dan mendapati adanya air di dalamnya.‎ Merasa telah ‘dicurangi’, Saleh kembali mendatangi SPBU itu dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Dengan tegas Saleh meminta pertanggungjawaban petugas SPBU lantaran mobilnya mogok.

Saat menunggu pertanggungjawaban pihak SPBU, tak lama berselang, sejumlah pengendara sepeda motor mendatangi SPBU itu dengan keluhan yang sama. Para pengendara itu meminta petugas SPBU mengganti BBM pertalite mereka karena sepeda motor mereka mogok selepas diisi BBM pertalite di sana. Kapolsek Kotabumi Utara dan anggota Polres Lampung Utara juga terlihat mendatangi lokasi SPBU.

Subandi (50), warga sekitar, mengatakan, istrinya terpaksa dijemput oleh putranya lantaran sepeda motor istrinya mogok di SPBU usai mengisi bensin. Setelah diperiksa, ternyata terdapat kandungan air di dalam karburator sepeda motor mereka. Lantaran tak tahan menunggu lama, dirinyalah yang menggantikan istrinya untuk menunggu pertanggungjawaban pihak SPBU.

BACA: Jika Terbukti Jual Pertalite Oplosan, SPBU Madukoro akan Ditutup

Akhirnya, pihak SPBU menggganti BBM yang ada di dalam tangki sepeda motor mereka dengan BBM jenis premium setelah sebelumnya dikuras habis.

“Sepeda motor istri saya mogok. Tapi, sekarang sudah diganti dengan BBM premium,” terangnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah pemilik kendaraan yang mengaku sepeda motornya mogok akibat diisi BBM jenis pertalite diganti dengan BBM jenis premium. Tangki – tangki sepeda motor para pengendara terpaksa dikuras dengan menggunakan selang dan dimasukan ke dalam jeriken. Selain itu, petugas kepolisian juga sempat terlihat memeriksa tangki penyimpanan BBM di SPBU.

Di lain sisi, Mulyadi, salah seorang karyawan SPBU membantah pihaknya sengaja ‘mengoplos’ BBM itu dengan air. Ia memperkirakan kemungkinan ‘pengoplosan’ ini dilakukan oleh supir – supir pengirim BBM. Peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di SPBU Madukora.

“Dugaan sementara mungkin supirnya, atau gimana, kita kurang paham. Yang pasti, kami tak merasa mencampur air. Kalau tahu, enggak mungkin kita jual kan!” kelit dia.

Menyikapi temuan ini, Kapolsek kotabumi Utara AKP Puelung Arsya Sidanu mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi SPBU itu setelah mendapat laporan dari salah seorang warga. Sementara ini, kasus ini sedang didalami dan barang bukti telah diserahkan ke Mapolres.

“Barang bukti (BBM bercampur air) sudah diserahkan ke Mapolres guna kepentingan penyelidikan,” katanya.

Loading...