Beranda Hukum Narkoba Didakwa Pasal Berlapis, Enam Mahasiswa Unila Terancam Pidana Seumur Hidup

Didakwa Pasal Berlapis, Enam Mahasiswa Unila Terancam Pidana Seumur Hidup

198
BERBAGI

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Enam mahasiswa Fisip Universitas Lampung (Unila) dan satu juru parkir menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (23/1/2017). Ketujuh terdakwa tersebut, duduk di kursi pesakitan karena menjadi terdakwa terkait kasus tindak pidana narkotika.

Mereka adalah: Muhamad Iqbal, Ali Sujatmiko, Rachmad Ramadhan, Richard Hero, Panji Binangkit dan Alvin Qomarudin. Sedangkan satu terdakwa lain, Muhamad Raziv, seorang juru parkir.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa penuntur umum (JPU), Roosman Yusa mendakwa ke tujuh terdakwa tersebut dengan Pasal berlapis. Yakni Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1). Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang narkotika

Selanjutnya, Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 127 ayat (1) hurud a Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling tingi, pidana seumur hidup.

Dalam surat dakwaan JPU, terungkap kasus tindak pidana narkotika tersebut, bermula pada Agustus 2016 lalu saat terdakwa Panji, Rachmad, Alvin dan Iqbal sedang kumpul bersama di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unila.

Kemudian, Ali, Iqbal dan Panji, mengumpulkan uang dengan cara patungan yang diperuntukkan oleh mereka untuk membeli ganja sebesar Rp 2,4 juta.

“Panji memberikan uang Rp 150 ribu, lalu Iqbal Rp 1,05 juta dan Ali Rp 1,2 juta. Saat mereka patungan uang untuk membeli ganja, disaksikan oleh Rachmad dan Alvin,”Ujar Roosman, Senin (23/1/2017).

Uang tersebut, kata Roosman, diserahkan ke Iqbal untuk membeli barang haram tersebut, lalu Iqbal menghubungi seorang bandar bernama Hadi (DPO) memesan satu paket besar ganja. Setelah taklama kemudian, Hadi datang ke tempat parkiran gedung PKM Unila membawa pesanan Iqbal berupa ganja. Di tempat parkiran itulah, Hadi dan Iqbal melakukan transaksi.

“Satu paket besar ganja, Rachmad, Iqbal, Alvin dan Ali memecah ganja itu di lantai gedung PKM Unila menjadi 14 bagian dan beberapa paket kecil dengan menggunakan alat gergaji besi,”ungkapnya.

Pada saat empat raknnya sibuk memecah ganja, Raviz dan Panji hanya menyaksikan saja. Setelah selesai memotong ganja menjadi beberapa bagian, lalu ganja tersebut dibagian ke mereka masing-masing.
Terdakwa Iqbal dapat enam paket, Raviz tiga paket, Rachmad tiga paket, Alvin satu paket dan Ali satu paket. Ganja tersebut, dimasukkan oleh mereka ke dalam tasnya masing-masing.

“Ketika para terdakwa sedang asyik mengisap ganja sembari mengobrol, datang petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung langsung menangkap mereka,”jelasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan lintingan ganja sisa pakai dari tangan Richard dan Rachmad dan beberapa paket ganja lainnya dari dalam tas Iqbal, Raziv, Alvin, Ali dan Rachmad.

Loading...