Beranda News Dideportasi dari Turki karena Diduga Terlibat ISIS, Yuni Yanti Lerang Dikenal sebagai...

Dideportasi dari Turki karena Diduga Terlibat ISIS, Yuni Yanti Lerang Dikenal sebagai Sosok Pendiam

327
BERBAGI
Ilustrasi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Sosok Yuni Yanti Lerang (39), salah satu WNI yang dideportasi oleh Pemerintah Turki baru – baru ini dikenal tetangga atau sahabat sebagai sosok yang pendiam alias tak neko – neko.

“Yuni itu orangnya pendiam, mas. Bahkan jarang ke luar rumah kalau enggak ada yang penting,” kata sahabat ‎Yuni yang menolak menyebutkan namanya, Minggu (12/2/2017).

‎Selama mengenal Yuni, menurut perempuan yang mengaku mengenal dekat dan masih terbilang tetangga Yuni itu, kepribadian Yuni sangat baik meski dikenal pendiam. Kendati demikian, semasa tinggal dengan kakak iparnya, Yuni jarang sekali berada di rumah. Paling lama hanya dua hari saja di rumah, setelah itu menghilang.

“Yuni paling cuma dua hari saja di rumah, sudah itu sudah hilang. Mungkin, menginap di rumah kerabatnya yang lain,” ‎terangnya.

Yuni, tuturnya lagi, terakhir kali dilihatnya sekitar dua tahun silam. Kala itu, Yuni hadir dalam pesta kerabatnya yang berada persis di depan rumah‎nya.

Yuni yang sebelumnya tak mengenakan hijab itu terlihat cantik dengan hijab lebar dan panjang hingga menutupi setengah badannya. Ia pun mengaku telah mendengar kabar tak sedap yang menimpa sahabatnya tersebut melalui internet.

“Ketemu dengan dia itu dua tahun silam. Saat itu, Yuni sudah berjilbab. Jadi, saya sangat terkejut begitu mendengar kabarnya yang ramai di internet,” kisah dia.

Tetangga Yuni yang lain dan juga menolak menyebutkan namanya mengakui jika Yuni memang jarang ke luar rumah sehingga dirinya tak begitu mengetahui kepribadian Yuni. Meski demikian, sepanjang pengetahuannya, sosok Yuni adalah sosok yang pendiam selama tinggal di lingkungan mereka.

“Yang kami tahu, Yuni itu orangnya pendiam dan enggak aneh – aneh,” katanya.

‎Sorang bekas tetangga orang tua Yuni yang berada di Jalan Ksatria, Gang Nuri II, Kotabumi menuturkan bahwa  Yuni dan keluarga besarnya telah lama pindah dari lingkungan tersebut puluhan tahun silam, tepatnya sejak Yuni tamat SD. Kediaman Yuni telah dijual dan ditempati oleh orang lain.

“Kami enggak begitu tahu kepribadian Yuni karena sejak ayahnya meninggal, Yuni ikut kakak perempuannya di daerah Kelapa Tujuh,” tuturnya.