Beranda Hukum Dideportasi Terkait ISIS, Kantor Imigrasi Kotabumi tidak Keluarkan Paspor Yuni Yanti Lerang

Dideportasi Terkait ISIS, Kantor Imigrasi Kotabumi tidak Keluarkan Paspor Yuni Yanti Lerang

342
BERBAGI
Ariyanto, Kasubsi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kotabumi.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kantor Imigrasi Kelas II Kotabumi, Lampung Utara menyatakan paspor Yuni Yanti Lerang, WNI yang dideportasi dari Turki akibat diduga ingin bergabung dengan ISIS bukan dikeluarkan kantornya.

“Paspor Yuni enggak dibuat di sini. Kami enggak mengeluarkan paspor atas nama yang bersangkuta,” terang‎ Kasubsi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Ariyanto, Kamis (9/2/2017).

Masih menurut Ariyanto, yang bersangkutan diketahui mengantongi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Turki. SPLP itu dikeluarkan sebagai pengganti paspor yang bersangkutan yang hilang atau bermasalah. Tanpa SPLP itu, yang bersangkutan tak akan dapat kembali ke Indonesia.

“Kemarin dari instansi terkait juga datang ke sini dan sudah kami jelaskan jika paspor yang bersangkutan bukan dibuat di sini,” tuturnya.

Diketahui, Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Utara membenarkan jika Yuni Yanti Lerang, perempuan yang dideportasi dari negara Turki merupakan salah satu penduduknya.

Sebelumnya, Rabu (1/2) sekitar pukul 22.15 WIB, Yuni dan 13 WNI lainnya dideportasi karena 14 diduga sebagai relawan ISIS. Keempat belas WNI itu diangkut kembali ke tanah air menggunakan Pesawat Emirates Airline EK 358 ETA. Mereka dijemput oleh tim densus 88 anti terorisme.

“Benar. Yang bersangkutan (Yuni) adalah warga Lampung Utara. Namanya masih ada dalam data kami,” kata Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil, Azhar Ujang Salim, di kantornya.

Kendati demikian, ia enggan berspekulasi apakah yang bersangkutan adalah warga asli Lampung Utara atau bukan. Begitu pun juga saat ditanya di mana alamat lengkap yang bersangkutan berdasarkan data yang mereka miliki, pak Haji, sapaan akrabnya, enggan berkomentar lebih jauh.

“Kami enggak bisa lebih jauh bicara soal itu. Karena persoalan ini sudah ditangani kepolisian,” terang dia.