Beranda News Kabar Desa Didik Djibran, Lurah Pencipta Aplikasi Penerjang Jalan Terjal 

Didik Djibran, Lurah Pencipta Aplikasi Penerjang Jalan Terjal 

378
BERBAGI
Didik Djibran (27), Lurah Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ciptakan inovasi sebuah aplikasi “Toper Kece” sebuah platform untuk memudahkan warganya mendapatkan pelayanan secara online.
Didik Djibran (27), Lurah Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ciptakan inovasi sebuah aplikasi “Toper Kece” sebuah platform untuk memudahkan warganya mendapatkan pelayanan secara online.

Zainal Asikin| Teraslampung.com

LUWUK SELATAN — Untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan, masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil di Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) harus melewati terjalnya jalan dan jarak tempuh yang terlampau jauh untuk mendapatkan layanan tersebut di kantor pemerintahan setempat.

Kondisi itulah membuat Didik Djibran sebagai lurah muda bertalenta berusia 27 tahun ini, menciptakan  aplikasi “Toper Kece”. Ini adalah sebuah platform untuk memudahkan warganya mendapatkan administrasi kependudukan serta mengurus perizinan secara online.

Inovasi Lurah Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah satu ini patut dicontoh.  Didik berhasil membuat sebuah aplikasi yang menyediakan layanan memudahkan untuk warganya mendapatkan pelayanan. Didik, salah satu contoh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di luar batas.

Berkat berbagai terobosan yang dilakukannya, mengantarkan Didik meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam ajang Anugerah ASN 2019 sebagai “The Future Leader”.

layar sentuh tablet (tablet touchscreen) yang disipakan di Kantor Kelurahan Tombang Permai untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan. (foto: Ist)
Layar sentuh tablet (tablet touchscreen) yang disipakan di Kantor Kelurahan Tombang Permai untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan. (foto: Ist)

Lurah Tombang Permai, Didik Djibran atau dikenal juga dengan sebutan Didik Ismu saat dikonfirmasi membenarkannya, baginya menjadi ASN berarti mengabdikan diri kepada masyarakat ditempatnya bertugas. Dia mengatakan, aplikasi Toper Kece ini, merupakan sebuah konsep pelayanan publik berbasis online dengan delapan jenis integrasi pelayanan administrasi kependudukan. Masyarakat Tombang Permai, dapat mengakses layanan itu melalui situs www.toperkece.baggaikab.go.id.

Ia mencontohkan, jika ada warga yang ingin membuat Kartu Keluarga (KK), maka mereka bisa membuat KK tersebut hanya cukup membuka alamat situs kami tersebut. Setelah itu, mereka bisa menerima surat pengantar untuk membuat KK tersebut.

“Masyarakat bisa mendapatkan layanan dimanapun mereka berada, jadi tanpa harus datang ke kantor kelurahan Tombang Permai karena lebih jauh rumah mereka dan cukup jauh hingga kelurahan. Kalau terjadi gangguan internet, kami tetap memberikan layanan dengan sepeda motor ke Kantor Disdukcapil Banggai,”kata Didik kepada teraslampung.com, Jumat (3/1/2020).

Diakuinya, ia bersama tim yang dibentuknya itu, terus berusaha memberikan kemudahan layanan untuk warganya dengan sejumlah pengembangan aplikasi. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga menyediakan layanan yang dinamakan Delivery Layanan Sistem Toper Kece (DLSTK).

Delivery Layanan Sistem Toper Kece (DLSTK), layanan antar berkas yang memungkinkan warga cukup tinggal di rumah dan berkasnya diantar oleh petugas kelurahan Tombang Permai. (foto: Ist)
Delivery Layanan Sistem Toper Kece (DLSTK), layanan antar berkas yang memungkinkan warga cukup tinggal di rumah dan berkasnya diantar oleh petugas kelurahan Tombang Permai. (foto: Ist)

“Layanan DLSTK ini, yakni sebuah layanan antar berkas yang memungkinkan warga cukup tinggal di rumah, dan berkasnya diantar oleh petugas kelurahan. Warga juga bisa memilih untuk mengambilnya sendiri ke Kantor Kelurahan,”ujar pria jebolan Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 22 ini.

Didik mengutarakan, aplikasi Toper Kece ini, dapat diakses melalui komputer ataupun smartphone. Bagi masyarakat yang kesulitan atau tidak memiliki perangkat untuk mengaksesnya, pihak menyiapkan layar sentuh tablet (tablet touchscreen) untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan.

Kelebihan lainnya, kata Didik, aplikasi Toper Kece ini dapat membantu warga untuk mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) meski itu pada saat hari libur. Kami memberikan pelayanan kepada warga sampai pukul 22.00 WITA, lalu Sabtu dan Minggu tetap buka untuk memberikan pelayanan.

“Jika warga yang sedang sakit dan kesulitan untuk mendapat SKTM saat dihari libur dan kantor sedang libur, kami tetap buka memberikan pelayanan khususnya. Sebelum ada layanan Toper Kece ini, tadinya standar pelayanan dilakukan selama 30 menit. Alhamdulillah melalui layanan Toper Kece ini, sekarang hanya membutuhkan waktu lima menit saja,”bebernya.

Inilah beberapa fitur layanan online di aplikasi Toper Kece : Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Beda Nama, Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Kelakukan Baik, Surat Pengantar KTP, Surat Pengantar Kartu Keluarga, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Surat Keterangan Kematian serta Layanan Aduan Masyarakat.

Didik Jibran, membuat gerakan menjaga lingkungan “Geber Maling” (Gerakan Bersama Selamatkan Lingkungan) dengan mengumpulkan sampah plastik serta membentuk adanya bank sampah. (foto: Ist)
Didik Jibran, membuat gerakan menjaga lingkungan “Geber Maling” (Gerakan Bersama Selamatkan Lingkungan) dengan mengumpulkan sampah plastik serta membentuk adanya bank sampah. (foto: Ist)

Meski sebagai lurah muda di wilayah tersebut, Didik mengemban tugas di wilayah yang memiiki panorama alam indah. Bahkan kepedulianya untuk menjaga lingkungan dan melestarikan alam, Didik merangkul warga bersama-sama membersihkan lingkungan disekitar rumah tempat tinggal mereka serta wisata bahari yang masuk di wilayah yang dipimpinnya.

Ia mengakui, rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik, sehingga membuat banyak sampah plastik tersebut berserakan di wilayah Kelurahan Tombang Permai.

“Tidak hanya warga yang tinggal di Kelurahan Tombang Permai saja, tapi warga dari luar kelurahan juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan membuang sampah sembarangan. Tidak hanya dipinggir jalan saja tapi juga di hutan, bahkan di wilayah pesisir pantai Kilo Limo yang menjadi salah satu objek wisata terkenal di Kota Luwuk,”ungkap lurah berusia 27 tahun ini.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan tersebut, Didik mengambil sebuah langkah yang patut diapresiasi dan diacungi jempol. Didik mengambil langkah membuat sebuah gerakan untuk menjaga lingkungannya, dengan mebuat inovasi “Geber Maling” (Gerakan Bersama Selamatkan Lingkungan).

Melalui gerakan itulah, masyarakat diajak untuk menjaga dan merawat lingkungan Kelurahan Tombang Permai dengan membersihkan sampah plastik di areal laut dan lainnya, serta membentuk bank sampah Permata Central. Sehingga masyarakat dan pelaku usaha, bisa menyetorkan sampah plastiknya ke bank sampah tersebut untuk dijual ke pengepul.

“Sampah-sampah plastik tersebut, dijual ke perajin untuk digunakan kembali sehingga menjadi nilai lebih. Inovasi gerakan “Geber Maling’ ini, tidak hanya masyarakat dan pelaku usaha saja, tapi kami juga mengajak kerjasama dengan pihak sekolah-sekolah, hotel serta rumah makan yang ada di Kelurahan Tombang Permai,”terangnya.

Hal itu diinisiasi dengan tujuan, yakni untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melatih kesadaran serta kedisiplinan para pelajar. Melalui program ini, para pelajar tersebut dapat menukarkan sampah plastik dengan membayarkan uang iuran sekolah sehingga dapat membantu perekonomian keluarga siswa tersebut.

“Ya harapannya, agar anak-anak remaja muda bisa lebih bijak lagi dalam penggunaan sampah plastik dan diajarkan supaya tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga lingkungan mulai sejak dini,”tandasnya.

Didik dan rekan kelurahannya, melakukan sosialisasi dan penimbangan langsung sampah plastik yang dikumpulkan oleh para pelajar satu kali dalam sepekan. Dari inovasi Geber Maling ini, dapat menyulap wilayah pesisir pantai laut dan lingkungan di wilayah Kelurahan Tombang Permai menjadi bersih dari sampah plastik.

“Saat ini banyak pelaku usaha mulai dari hotel, rumah makan di Keluarah Tombang Permai mengikuti program Geber Maling. Bahkan ada salah satu hotel di wilayahnya yang menjadi nasabah bank sampah terbesar,”pungkasnya.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaMV CMB Chikako, Kapal Asing Perdana 2020 Sandar di Pelabuhan Panjang
Artikel berikutnyaPKS Lampung Utara Beri Tali Asih Kadernya yang Gagal Nyaleg
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya