Beranda Teras Berita Didiskualifikasi KPU, 18 Calon DPD Ajukan Gugatan ke Bawaslu

Didiskualifikasi KPU, 18 Calon DPD Ajukan Gugatan ke Bawaslu

238
BERBAGI

Bambang Satriaji/Teraslampumg.com

Jakarta–Sebanyak 18 caleg dari 35 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dididiskualifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), sudah mendaftarkan gugatan sengketa pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Di antara 18 orang tersebut, 9 di antaranya telah melenhkapi berkas dan diregistrasi Bawaslu.

Data di Posko Pendaftaran Bawaslu, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (20/03), menyebutkan, calon anggota DPD yang sudah mengajukan gugatan adalah Raymond F Sahetapy (Sulteng), Yakobus Kumis (Kalbar), Agustinus Clarus dan Zakarias (Kalbar), Kasmawati Basalamah (Sulsel), Arieston Dappa (NTT), Sudir Santoso (Jateng), Zainuddin T Aminullah (Sulteng) dan Taufiqurrahman (Sumsel).

Sementara 9 nama lainnya juga diketahui telah mendaftar, namun berkas-berkas yang disampaikan belum lengkap adalah Tgk Teuku Abdul Muthalib (Aceh), Erick Sitompul (Sumut), Ahmad Rusdi Arif (Banten),  Aleksius Armanjaya, Asyera Wondalero, dan Romanus Ndau (NTT), M Said (Kaltim), Kasmir (Sultra), dan  Theofilus Waimuri (Papua).

Anggota Bawaslu, Nasrullah, mengatakan masa pendaftaran sengketa pemilu terkait diskualifikasi terhadap peserta pemilu yang terlambat menyerahkan laporan awal penggunaan dana kampanye, secara resmi ditutup Rabu (19/03) tengah malam, pukul 24.00 WIB.

“Karena hingga 19 Maret pukul 24.00 hanya 18 orang calon DPD yang menyerahkan laporan awal penggunaan dana kampante, maka dipastikan dari 35 calon anggota DPD yang dicoret KPU, 17 nama resmi gugur, karena tidak menggunakan haknya menggugat ke Bawaslu,” kata Nasrullah.

Sementara itu, di Papua, satu calon anggota DPD yang tak diloloskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Deniel Butu, mengancam akan melapor ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Daniel Butu mengatakan, meski KPU setempat telah menyatakan di media massa bahwa dirinya salah satu calon anggota DPD yang tak lolos, namun hingga kini belum ada surat resmi dari penyelenggaran Pemilu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Saya dan teman-teman yang dinyatakan tak lolos sudah menyurat KPU Pusat dan Bawaslu pada  10 Maret lalu. Namun, hingga kini kami belum mendapat jawaban. Jadi, tidak etis kalau hanya bicara di media karena kami belum terima surat secara resmi. Kemungkinan kami akan laporkan ini ke DKPP,” kata Daniel, Senin (17/3), sebagaimana ditulis tabloidjubi.com.

Menurut Daniel, ia dinyatakan tak lolos karena terlambat memasukkan laporan dana kampanye ke KPU Papua. Padahal, dalam undangan resmi yang ditandatangani ketua KPU setempat, tak menyebutkan pukul berapa batas pengembalian laporan. Hanya menentukan tanggal.

“Pada 2 Maret lalu, saya sudah berada di KPU Papua 30 menit sebelum batas pengembalian. Namun, penghubung saya yang membawa laporan dana kampanye itu terlambat 30 menit karena ada urusan. Hanya saja dalam surat resmi KPU tidak disebutkan pukul berapa batas waktunya,” katanya.
Sebelumnya, KPU Papua menyatakan ada tiga calon anggota DPD RI yang tak lolos karena tidak melaporkan dana kampanye. Yakni, Daniel Butu, Theofilus Waimury, dan Dirk Dicky Romboirusi

“Mereka tak mematuhi UU Nomor 8 Tahun 2012 Pasal 138 ayat 2 dan PKPU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Laporan Dana Kampanye,” kata Ketua KPU Papua, Adam Arisoy dalam konferensi pers di Aula KPU Papua awal Maret lalu

Loading...