Diduga Akibat Tabung Gas Meledak, Lima Rumah Habis Dilalap Si Jago Merah

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Lima rumah tinggal puing karena terbakar, Rabu pagi (20/10). Foto: Teraslampung.com/Zaenal

BANDAR LAMPUNG – Lima rumah warga yang berada di Jalan Bakau, Gang Kecapi II RT 05, LK II, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung hangus dilalap si jago merah, Senin (20/10) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kebakaran diduga disebabkan oleh tabung yang meledak. Meskipun semua rumah ludes, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Seorang saksi mata, Sauri (42) menuturkan, dirinya melihat pertama kali adanya kobaran api yakni berasal dari rumah Solihin (40) sekitar pukul 08.55 WIB.

Karena letak dan jarak rumah yang berdempetan, api cepat membesar dan membakar empat rumah lainnya,  yakni milik ketua RT setempat, Ahmad Sabani (56), Bejo Prayitno Setiawan (27), Iskandar (35) dan rumah milik Ahmad Yani (30).

“Rumah Pak Solihin dan empat rumah lain yang ikut terbakar itu memang masih bersaudara.Pak Solihin sendiri masih syok dan belum bisa dimintai keterangan,”tutur Sauri, tetangga korban,  kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (20/10).

Peristiwa kebakaran itu, sambung Sauri, memang membuat geger warga sekitar. Warga langsung berlarian keluar dari rumah dan berteriak “kebakaran” dan berusaha memadamkan api.

“Ya sebelum petugas pemadam kebarakan datang, kami bersama warga yang lainnya dengan membawa alat seadanya beramai-ramai bahu-membahu berusaha untuk memadamkan api dengan menyiramkan air yang ada,” kata dia.

Sementara menurut penuturan saksi mata lainnya, Arsiah (53),  mengatakan saat dirinya sedang melintas tidak jauh dari lokasi kejadian tiba-tiba mendengar ada suara ledakan dari salah satu rumah.

“Saya kebetulan sedang lewat saja, terus saya mendengar ada suara ledakan ya kemungkinan ledakan itu adalah tabung gas. Tak lama kemudian, terlihat ada asap dan kobaran api dari salah satu rumah yang langsung membesar apinya,”kata Arsiah.

Rumah yang berisikan bahan-bahan yang mudah terbakar, membuat api sulit di jinakan, bahkan semakin membesar.

Sekitar 15 menit kemudian tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung tiba di lokasi, dan beberapa petugas langsung berusaha untuk memadamkan si jago merah.

Petugas kepolisian dari Polsekta Tanjungkarang Timur, yang berada dilokasi kejadian langsung memasang garis Police Line. Namun saat dikonfirmasi, beberapa petugas tidak bisa memberikan keterangan terkait dengan terjadinya kebakaran tersebut.

“Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.55 WIB, dan api berhasil dapat dipadamkan sekitar pukul 10.15 WIB. Tidak ada korban jiwa atau luka akibat kejadian tersebut, ya kalau untuk kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp. 200 juta. Awalnya memang petugas agak kesulitan saat akan memadamkan api karena memang lokasinya yang padat penduduk dan bentuknya bedengan,”kata Rahmad Heriyanto, salah satu anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, di lokasi kejadian.

Selang tak berapa terjadinya kebakaran, tampak Walikota Bandarlampung, Drs. Herman HN bersama rombongan Forkopimda Kota Bandarlampung mendatangi ke lokasi kebakaran. Herman HN langsung meninjau lokasi kebakaran dan memberikan bantuan berupa uang kepada masing-masing korban sebesar Rp 25 juta per-KK (Kepala Keluarga).
 Selain itu, Walikota juga akan membantu untuk mengurus dokumen kependudukan para korban seperti, KK, Surat Nikah, KTP serta surat-surat penting lainnya yang hangus terbakar.

  • Bagikan