Beranda Hukum Diduga Aniaya Karyawannya, Seorang Anggota DPRD Lampung Utara Terancam Dicopot Jabatannya

Diduga Aniaya Karyawannya, Seorang Anggota DPRD Lampung Utara Terancam Dicopot Jabatannya

453
BERBAGI
Ilustrasi penganiayaan/dok ewarta.co

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Oknum anggota DPRD Lampung Utara, Abd terancam dicopot dari jabatannya oleh PDIP jika memang terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan seperti yang dituduhkan. Abd dilaporkan oleh bawahannya sendiri (Sandi), Sabtu (2/4/2020) dengan sangkaan penganiayaan.

‎”Kalau sudah berhalangan tetap (hukuman penjara) minimal tiga bulan berturut – turut harus kena sanksi atau Pergantian Antar Waktu,” tegas Ketua DPC PDIP Lampung Utara, Yose Rizal melalui ponselnya, Senin (4/5/2020).

Keputusan Pergantian Antar Waktu ini akan diambil jika Abd dinyatakan bersalah dan harus menebus kesalahannya di dalam penjara. Di dalam penjara maka dapat dipastikan Abd tidak akan mampu menjalankan tugas dan fungsinya.

“Karena ini persoalan pribadi maka biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kalau sudah ada keputusan dan harus menjalani hukuman maka partai akan bersikap,” kata anggota DPRD Provinsi Lampung ini.

Secara tegas, Yose mengatakan apa yang dilakukan oleh Abd sejatinya sangat tidak pantas karena bertolak belakang dengan status sosial yang disandang oleh Abd. Sedianya Abd membela masyarakat, menghargai Hak Asasi Manusia, dan menjadi panutan/teladan dan bukan malah sebaliknya.

“Harusnya beliau mengayomi, menjadi panutan. Namun, semoga persoalan ini dapat segera selesai dengan cara baik – baik,” tutur dia.

Perbuatan yang diduga dilakukan oleh Abd pada Sandi ini berawal dari percekcokan antara Sandi dengan sesama rekan kuli panggul lainnya di sawmill (pengolahan kayu) milik Abd pada Sabtu (2/5/2020). Rupanya, cekcok mulut ini didengar oleh Abd. Abd langsung menghampiri mereka dan menanyakan siapa saja yang terlibat dalam percekcokan itu.

“Begitu saya jawab saya yang ribut, Abd langsung pukul rahang dan mencekik leher saya. Apa karena saya ini orang susah makanya bisa diperlakukan seperti ini,” katanya.

Mendapat perlakuan seperti itu, Sandi pun melaporkan perbuatan Abd ke Polsek Bukitkemuning. Laporan Sandi ini tertuang dalam bukti laporan STPL/101/B-1/IV/2020/PLD.LPG/RES.LAMUT/SEK.BUKIT, tentang tindak pidana penganiayaan tertanggal 2 Mei 2020.

Di sisi lain, Abd membantah semua tuduhan yang dialamatkan padanya itu. Menurutnya, justru Sandi yang menganiaya bawahannya yang lain. Kedatangannya hanya untuk melerai saja.

Gak bener itu. Saya tidak melakukan penganiayaan terhadap Sandi. Justru yang bener itu Sandi yang menganiaya rekannya. Saya mengetahui peristiwa itu lalu saya lerai mereka,”kata Abd.