Diduga Cabuli 4 Santriwati, Pimpinan Ponpes di Lampung Utara Diamankan

Tersangka AH, pimpinan sebuah Ponpes di Lampung Utara sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan cabul yang dilakukan olehnya pada santriwatinya
Tersangka AH, pimpinan sebuah Ponpes di Lampung Utara sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan cabul yang dilakukan olehnya pada santriwatinya
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Diduga telah mencabuli empat santriwatinya, seorang pimpinan pondok ‎pesantren (AH) di Sungkai Tengah, Lampung Utara diamankan oleh pihak kepolisian. Yang bersangkutan diserahkan langsung pihak keluarganya pada Selasa (10/1/2023).

“Pelaku diduga telah melakukan lima kali aksi pencabulan pada korbannya,” jelas Wakil Kepala Polres Lampung Utara, Dwi Santosa, Rabu (11/1/2023).

Perwira menengah kepolisian ini mengatakan, aksi pencabulan terhadap korban, sebut saja Melati, yang dilakukan oleh tersangka AH ‎terjadi sejak bulan Juli 2022 – Januari 2023. Aksi terakhir dilakukan oleh tersangka pada awal Januari lalu.

“Pelaku meraba-raba bagian sensitif korban dan terdapat bukti hasil visum,” terangnya.

Selain Melati, ia mengatakan, masih ada tiga korban lainnya yang melaporkan kejadian serupa. Ketiga korban lainnya tersebut juga telah melaporkannya secara resmi pada mereka. Laporan-laporan itu masih dalam penyelidikan mereka.

“Jadi, total ada empat laporan‎ terkait perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh AH,” kata dia.

Kebanyakan korbannya sendiri masih di bawah umur. Mereka berada di usia 14 – 16 tahun. ‎Akibat perbuatannya dan statusnya sebagai tenaga pendidik, tersangka dapat terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Tak menutup kemungkinan korban akan terus bertambah karena kasus ini masih terus kami dalami,” tuturnya.