Beranda Headline Diduga Jadi Korban Begal, Putri Penjual Kue Tewas Mengenaskan

Diduga Jadi Korban Begal, Putri Penjual Kue Tewas Mengenaskan

3703
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat meminta keluarga Bunga tabah dan menyerahkan kasus yang menewaskan Bunga kepada polisi.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Seorang wanita remaja korban pembegalan bernama Bunga Fikalia (17) warga Dusun Sukarame, Natar, Lampung Selatan, ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusuk di dada, tangan dan perutnya hingga ususnya terburai di daerah Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/4/2017) malam sekitar pukul 17.30 WIB. Diduga, Bunga menjadi korban begal sepeda motor.

Korban yang merupakan anak dari penjual kue tersebut ditemukan tewas bersimbah darah dengan beberapa luka tusukan oleh seorang anggota polisi Polsek Jati Agung. Saat ditemukan jasad korban  berada di pinggir Jalan. Selanjutnya, anggota polisi tersebut membawa jasad Bunga ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Sepupu korban, Bakri (39), kepada Teraslampung.com mengaku sebelum ditemukan meninggal, Bunga disuruh ibunya untuk pergi memarut kelapa ke Pasar Natar. Saat itu juga, Bunga pergi ke penggilingan kelapa dengan mengendarai sepeda motor.

“Dia (Bunga) disuruh ibunya untuk parut kelapa, setelah itu Bunga menaruh parutan kelapanya dulu dan pergi menjemput adiknya,” kata Bakri, di RS Bharangkara Bandarlampung, Senin (3/4/2017) malam.

Menurut Bakri, sampai habis magrib, Bunga tidak kunjung pulang. Selanjutnya, keluarga mendapat kabar dari Polsek Natar Bunga tewas dan jasadnya sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Mendapat kabar itu, kami langsung ke RS Bhayangkara untuk melihat jasadnya. Saya yakin Bunga tewas, jadi korban pembegalan,”ungkapnya dan diamini juga oleh Parwoto (57) paman korban.

Menurutnya, Bunga sudah tidak lagi sekolah. Sehari-hari ia membantu ibunya berjualan kue di Pasar Natar.

Selanjutnya, Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno bersama Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Bonifasius Tampoi langsung melihat kondisi jasad wanita remaja muda yang tewas dengan luka tusukan diduga menjadi korban pembegalan tersebut.

Kapolda Lampung  meminta agar petugas Polsek Natar dan Polres Lampung Selatan segera mengungkap dan meringkus para pelaku pembagalan tersebut.

Di hadapan keluarga korban, mantan Waka Polda Metro Jaya ini meminta agar anggota keluarga tabah dan menyerahkan kasusnya ke kepolisian.

“Ini korban begal, karena di lokasi kejadian motor yang dipakai korban sudah tidak ada. Saya minta anggota Reserse Polsek Natar dan Polres Lampung Selatan, harus segera diungkap kasus ini,”tegasnya usai menggelar ekspose bandar narkoba yang ditembak mati, Senin (3/4/2017) malam.

Tak hanya itu, Kapolda Lampung juga meminta kepada pihak keluarga korban, agar korban Bunga dilakukan autopsi oleh Bidokes Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat disinggung tewasnya Bunga, apakah adanya unsur pelaku begal menabuh gendrang perang dan sebagai aksi balas dendam dengan kematian lima pelaku begal yang tewas diterjang timah panas Sabtu (1/4/2017) lalu. Jenderal bintang dua ini, enggan berandai-andai dan menampik anggapan tersebut.

“Jangan berandai andai andai lah, saya yakin kasus tewas korban ini tidak ada kaitannya dengan tewasnya lima pelaku begal,”ungkapnya.

Sudjarno juga menghimbau, kepada masyarakat khususnya wanita, agar berhati-hati dan waspada terhadap pelaku kejahatan saat keluar dengan mengendarai sepeda motor sendirian pada sore hari ataupun malam hari.