Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Diduga Kerap Gelapkan Bantuan Bibit Jagung, Ketua Gapoktan Diadukan ke DPRD Lampura

Diduga Kerap Gelapkan Bantuan Bibit Jagung, Ketua Gapoktan Diadukan ke DPRD Lampura

1305
BERBAGI
Kelompok tani yang mengadu kepada Komisi II tentang dugaan penggelapan bantuan bibit jagung.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Kesal dengan perbuatan oknum Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Cabang Abung Raya, Abung Selatan yang diduga kerap menggelapkan bantuan bibi jagung, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Suka Tani mengadu kepada Komisi II DPRD Lampung Utara, Rabu (22/11/2017).

“Sejak beberapa tahun terakhir ini‎, kami enggak pernah mendapat bantuan bibit termasuk bantuan bibi jagung jenis Bima 20 URI yang diberikan oleh Dinas Pertanian di tahun ini,” terang Ketua Poktan Suka Tani, Aris Sunandar yang didampingi rekannya, Rudi Haryanto.

Menurut Aris, hampir seluruh Poktan di Desa Cabang Abung Raya mengaku jarang sekali menerima bantuan bibit dari Pemkab. Padahal, tiap tahunnya, stempel Poktan mereka selalu diminta oleh oknum Ketua Gapoktan jika ingin mengajukan bantuan bibit kepada pemerintah.

“Stempel – stempel kami selalu dipinjam kalau mau mengajukan bantuan bibit oleh Ketua Gapoktan. Tapi, bantuan bibit itu enggak pernah sampai kepada kami sampai hari ini,” bebernya.

Kecurigaannya semakin menjadi manakala mengetahui bahwa desanya mendapat bantuan bibit jagung untuk 123 hektar lahan pada tahun ini. Kabar itu didapatnya langsung dari Kepala Dinas Pertanian. Temuan ini sangat berbeda dengan fakta yang ada di lapangan.

‎”Banyak Poktan yang mengaku enggak menerima ba‎ntuan bibit jagung itu. Padahal, Dinas Pertanian mengatakan ada bantuan bibit jagung sebanyak 1.845 Kg untuk 123 lahan di desa kami,” jelas dia.

Ditambahkan Rudi, berdasarkan temuan mereka di lapangan, selain banyak Poktan yang tak menerima bantuan itu, ternyata bantuan – bantuan bibit itu diduga diperjualbelikan oleh oknum – oknum di desa tersebut.

“Hasil temuan kami ternyata bibit – bibit itu diduga dijual di daerah Lampung Tengah. Padahal, kami sangat kesusahan mencari bibit jagung di tahun ini‎,” urainya.

Keduanya meminta Komisi II DPRD Lampura mengusut tuntas dugaan permainan‎ licik oknum yang diduga telah menggelapkan dan memperjualbelikan bibit – bibit bantuan pemerintah.

“Kami ingin wakil – wakil kami ‎di DPRD mengusut tuntas dugaan permainan licik ini supaya kami tak terus dirugikan,” pinta mereka.

Menyikapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Lampura, Rico Picyono‎ mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak terkait guna mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik persoalan ini.

“Secepatnya akan kami lakukan pemanggilan kepada pihak terkait supaya persoalan ini menjadi terang benderang,” papar Rico.

Rico mengamini tak menutup kemungkinan adanya permainan dalam pembagian bibit – bibit jagung bantuan pemerintah ini jika menelaah aduan yang mereka terima tersebut. Persoalan ini tak boleh terus dibiarkan karena akan membuat bantuan ini tidak tepat sasaran dan terus disalahgunakan.

Gimana mau swasembada jagung kalau bibitnya saja diperjualbelikan. Kami akan pidanakan oknum – oknum yang terlibat jika memang tuduhan ini terbukti,” tegas politis PDIP itu.

Loading...