Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Nonaktif Desa Beringin Diamankan Kejari Lampura

  • Bagikan
Kepala Desa (nonaktif) Beringin, Sawaluddin tertunduk lesu usai ditetapkan tersangka oleh Kejari Lampung Utara dalam dugaan kasus korupsi dana desa tahun 2018 - 2019.
Kepala Desa (nonaktif) Beringin, Sawaluddin tertunduk lesu usai ditetapkan tersangka oleh Kejari Lampung Utara dalam dugaan kasus korupsi dana desa tahun 2018 - 2019.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam, Kejaksaan Negeri Lampung Utara akhirnya menetapkan Kepala Desa (nonaktif) Beringin, Sawaluddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa, Selasa (21/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.‎

Usai penetapan status tersebut, yang bersangkutan langsung dilimpahkan ke Rumah Tahanan Kelas II B Kotabumi. Sawaluddin akan menjalani penahanan selama dua puluh hari ke depan.

“Yang bersangkutan terindikasi melakukan perbuatan melawan hukum atau korupsi pada kegiatan fisik di Desa Beringin dengan nilai yang cukup besar,” jelas Kasie Tindak pidana khusus kejaksaan Negeri Lampung Utara, Aditya Nugroho, Selasa sore.

Sebelum dilakukan penahanan, ia mengatakan, Sawaluddin telah tiga kali mangkir dari panggilan mereka. Alhasil, pihaknya didampingi dengan pihak kepolisian terpaksa melakukan penjemputan paksa pada Selasa pagi.

Setelah berhasil menjemput tersangka, ‎pemeriksaan atas Sawaluddin yang awalnya masih berstatus sebagai saksi langsung dilakukan. Berdasarkan pertimbangan, status Sawaludin, dinaikkan menjadi tersangka. Perubahan status ini merujuk pada hasil penyelidikan mereka dan pihak Inspektorat Lampung Utara.

“Kasus ini mulai kami tangani ‎sejak semester awal 2021. Dana Desa yang diduga diselewengkan oleh tersangka adalah Dana Desa tahun 2018-2019,” terangnya.

Adapun dugaan korupsi yang dilakukan ialah pengurangan volume pekerjaan fisik seperti Rabat Beton dan siring pasang. Tak hanya itu, pajak dari Dana Desa tahun 2018 dan 2019 ternyata juga tak dibayarkan oleh tersangka. Jumlah dana desa yang diterima oleh Desa Beringin tahun 2018 sebesar Rp 1,2 Milyar dan tahun 2019 sebesar Rp 1,3 Miliar.

“Total kerugian akibat perbuatan tersangka selama dua tahun tersebut mencapai Rp105.819.286,” urai dia.

‎Di lain sisi, Sawaludin sama sekali tak mau menanggapi pertanyaan wartawan saat digiring menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan. Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut Sawaluddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Abdurahman mengatakan, Sawaluddin saat ini masih dinonaktifkan dari posisnya sebagai kepala desa. Penonaktifannya ‎dilakukan setelah pihak Inspektorat menemukan kejanggalan dalam pengelolaan Dana Desa yang dipimpinnya.

“Status pak Sawaluddin ‎itu masih kepala desa nonaktif. Ia dinonaktifkan selama dua bulan sejak bulan Agustus,” terangnya.

  • Bagikan