Beranda Hukum Diduga Lakukan Kebohongan, Ricky Tamba Dilaporkan ke Polresta Bandarlampung

Diduga Lakukan Kebohongan, Ricky Tamba Dilaporkan ke Polresta Bandarlampung

247
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Ketua Tim Relawan Paguyuban Ridho Berbakthi (Pariti), Wahid Hamdan ditemani dengan kuasa hukumnya, Rozali Umar mendatangi Mapolresta Bandarlampung, pada Kamis siang (6/8). Mereka melaporkan Ricky Tamba atas dugaan tindakan yang dinilai telah menyebarkan, mengajak dan menghasut masyarakat Lampung untuk bersama-sama menagih Janji dari Gubernur terpilih Ridho-Bakhtiar yang menimbulkan keresahan.

BANDARLAMPUNG-Gugatan class action Rakyat Lampung yang dilakukan Tim Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR) Indonesia Daerah Lampung, yang dimotori oleh Ricky Tamba Cs ke Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Ketua Tim Relawan Paguyuban Ridho Berbakthi (Pariti), Wahid Hamdan ditemani dengan kuasa hukumnya, Rozali Umar mendatangi Mapolresta Bandarlampung, pada Kamis siang (6/8) dan akanmelaporkan Ricky Tamba atas dugaan tindakan yang dinilai telah menyebarkan, mengajak dan menghasut masyarakat Lampung untuk bersama-sama menagih janji Gubernur terpilih Ridho-Bakhtiar yang menimbulkan keresahan.

Wahid Hamdan mengatakan, kedatangan dirinya ke Mapolresta Bandarlampung bersama kuasa hukumya akan melaporkan Ricky Tamba terkait atas tindakan yang dinilai telah menyebarkan, mengajak dan melakukan penghasutan kepada masyarakat lampung.

Ajakan dan hasutan tersebut, kata Wahid, menimbulkan keresahan bagi masyarakat dengan mebuat berita-berita yang menurutnya dianggap tidak benar dan itu merupakan berita bohong yang dilakukan oleh saudara Ricky Tamba.

“Ajakan atau hasutan itu, dilakukan dengan menyebarkannya melalui pesan singkat (SMS) dari nomor telephon genggam. Selain itu juga, tebaran hasutan itu dilakukan melalui sebuah media sosial akun Facebook atas nama Ricky Tamba, Twitter serta melalui Blackberry Massanger.” tegas Wahid kepada wartawan,  di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (6/8).

Wahid mengutarakan, dapat ketahui kalau Ricky Tamba merupakan tim dari pasangan lain. Sekarang ini dia (Ricky) mengaku dan mengatasnamakan mendukung Ridho-Bahtiar, dengan melakukan gugatan dan menagih janji-janji kampaye pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Hal inilah yang kita anggap Riky Tamba telah melakukan kebohongan, sehingga melakukan keresahan bagi masyarakat lampung dan terutama kami selaku pendukung dari tim relwan Paguyuban Ridho Berbakthi (Pariti). Saya berharap Rcky ini segera sadar, bahwa apa yang telah dilakukannya tidak benar. Untuk persoalnya hukumnya, saya serahkan kepada pihak berwenang,”ungkapnya.

Sementara menurut keterangan dari kuasa hukum tim relawan Paguyuban Ridho Berbakthi (Pariti) Rozali Umar SH menjelaskan, bahwa apa yang telah dilakukan Ricky Tamba tersebut melakukan pembohongan publik yang benar-benar nyata.

Sehingga Ricky dinilai telah bertindak dan mengatasnamakan perwakilan kelompok masyarakat lampung yang kecewa telah memilih pasangan dari M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri sebagai Gubernur terpilih saat ini.

“Pasangan yang kini Menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ini, telah dituding menebar janji-janji kampanye. Sehingga dirinya (Ricky) bersama masyarakat lampung berbondong-bondong untuk memilih hingga menang dan mendapatkan perolehan suara mencapai 44% suara,”kata Rozali.

Padahal, menurut Rozali, berdasarkan data yang ada pada Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (PEMILUKADA) Provinsi Lampung pada Tahun 2014 lalu. Ricky Tamba diketahui merupakan tim kampanye, yang terdaftar dalam susunan dan personalia tim kampanye pemenangan dari pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung M.Alzir Dianis Thabrani-H.Lukman Hakim (AMAN).

“Sebagai tim kampanye pasangan calon, belakangan diketahui bahwa Ricky Tamba ini merupakan Ketua tim relawan pemenangan dari Alzier-Lukman(AMAN). Saya menyakini, dan itu sangat tidak mungkin sekali, kalau Ricky ini mengikuti kampanye lawan politiknya pada saat itu pasangan calon dari Ridho Berbakthi. Apalagi akhirnya percaya janji-janji, lalu mengajak masyarakat lampung untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memilih pasangan Ridho Berbakthi hingga menang 44% perolehan suara ini sangat tidak mungkin,”terangnya.

Karena itu, Rozali menilai kalau Ricky Tamba ini, telah melakukan perbuatan pidana dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong kepada masyarakat lampung dan menyebabkan keresahan dikalangan masyarakat. Sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana Pasal 14 dan pasal 15, dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara.

“Kalau penyidik melihat ada hal-hal lain yang terkait dengan laporan ini, mengenai unsur pidananya dan perkembangan Pasalnya seperti apa, itu adalah kewenangan penyidik dan kami akan serahkan sepenuhnya kepada penyidik,”tandasnya.

Loading...