Beranda Hukum Narkoba Diduga Libatkan Napi, Polda Lampung Dalami Peredaran Narkoba di Lapas

Diduga Libatkan Napi, Polda Lampung Dalami Peredaran Narkoba di Lapas

347
BERBAGI
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Edi Swasono, menunjukkan barang bukti ekstasi dan sabu-sabu yang berhaskil disita dari para tersangka, dalam ekspose kasus di Polres Bandarlampung, Minggu, 17 Agustus 2014. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin)

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Hasil penangkapan para tersangka pengedar narkoba yang dilakukan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung beberapa hari lalu, diduga melibatkan napi penghuni Lapas. Kasus tersebut, masih terus dilakukan pengusutan dan pendalaman.

Direktur Reserse Narkoba Polda, Kombes Pol Abrar Tuntalanai mengutarakan, terkait peredaran narkoba yang diduga melibatkan napi penguni Lapas, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dengan berkoordinasi pihak Lapas.

“Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasusnya, untuk mengungkap napi penghuni Lapas tersebut,”ujarnya, Senin (30/1/2017).

Menurutnya, adanya dugaan keterlibatan napi penghuni Lapas tersebut, berdasarkan atas penangkapan dan keterangan tersangka Agus Budiman dan Kiki Irawan yang didapati sebanyak 25 gram sabu-sabu, pada Kamis (12/1/2017). Kemudian, dari hasil penangkapan tersangka Faisal warga Aceh, dengan barang bukti 11 kilogram ganja.

Selain itu juga, kata Abrar, dari hasil keterangan Faisal, bahwa tersangka Ferdi Ardian dan Zamsana Saputra, keduanya merupakan warga Aceh yang tewas ditembak mati beberapa hari lalu yang membawa 4.500 butir pil Extacy. Dari keterangan yang didapat, bahwa seluruhnya bermuara dari seorang narapidana penghuni Lapas narkotika berinisial AR (DPO).

“Benar peredaran narkoba tersebut, disinyalir ada seorang narapidana di dalam lapas. Dia (napi) itu, sebagai pemesan narkoba baik itu jenis ganja, sabu dan ekstasi,”ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya belum dapat memastikan, apakah napi tersebut mengedar di dalam lapas atau akan diedarkannya lagi ke para pengedar lainnya di luar Lapas. Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Ditres Narkoba Polda menangkap bandar penyalahgunaan narkotika di Desa Komring, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Kamis (12/1). Tersangka A dan K merupakan pengedar narkoba jaringan Lampung Tengah.

Beberapa hari kemudian, aparat kembali menembak Faisal (21) yang merupakan kurir narkoba asal Desa Alludua, Kecamatan Nizam, Lhokseumawe, Aceh utara yang ditangkap di depan rumah makan di Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Selanjutnya beberapa hari kemudian, petugas menyita 4.500 butir pil ekstasi, dengan menembak mati dua bandar narkoba tersebut, pada Jumat (27/1/2017) malam. Kedua tersangka tewas setelah terjadinya baku tembak bersama polisi di Jalan Lintas Sumatera (by pass), Kelurahan Ketapang, Panjang, Bandarlampung.

Terhadap para tersangka, petugas pun menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup.