Beranda Hukum Kriminal Diduga Menipu, Oknum Polisi Polda Lampung Ditangkap Propam

Diduga Menipu, Oknum Polisi Polda Lampung Ditangkap Propam

834
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Bandarlampung menangkap polisi Bripka Munari (42) di dekat Bundaran Tugu Adipura Jalan Radin Intan, Tanjungkarang Pusat, beberapa hari lalu.

Polisi yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Lampung itu ditangkap karena diduga menipu warga Metro dengan modus menjanjikan akan memasukkan jadi anggota Polri.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono, saat dikonfirmasi Teraslampung.com membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan Propam Polresta Bandarlampung, terhadap oknum polisi yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Rudi Atmoko (21), warga Kota Metro itu. Modusnya: Bripka mnr menjanjikan korban bisa menjadi anggota Polri melalui jalur Tamtama tahun 2016 lalu.

“Ya benar oknum polisi tersebut kami tangkap atas laporan korban Rudi terkait atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan,”ujarnya, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya, sejak dilaporkan dugaan kasus penipuan tersebut, Bripka Munari selama empat bulan sudah tidak lagi pernah berdinas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Lampung. Petugas mengetahui keberadaan Mnr di perjalanan saat mengendarai mobil, lalu petugas melaporkannya ke Propam.

“Mendapat informasi itu, Propam langsung menangkap Munari di dekat bundaran Tugu Adipura di Jalan Radin Intan,”ungkapnya.

Murbani mengutarakan, Bripka Munari menipu dengan menjanjikan Rudi, bisa jadi anggota Polri melalui jalur Tamtama pada saat penerimaan anggota Polri tahun 2016 lalu. Saat itu, Munari mengaku sebagai panitia seleksi penerimaan Tamtama Polri.
Selanjutnya, Munari menjanjikan Rudi bisa diterima menjadi anggota Polri, dengan syarat harus menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta.

“Munari berjanji akan mengembalikan uang tersebut, apabila korban tidak diterima jadi anggota Polri melalui jalur Tamtama. Korban percaya janji yang diberikan Munari,”terangnya.

Selanjutnya, kata Murbani, korban menyerahkan uangnya ke Munari, di Jalan Ratu Lengkara, Kelurahan Bumi Kedamaian pada 7 April 2016 lalu. Ternyata janji Munari tidak ditepati, Rudi tidak lulus menjadi anggota Polri di tahap pemeriksaan kesehatan.

“Karena Rudi gagal menjadi anggota Polri, Rudi menangih janji ke Munari dan meminta Munari mengembalikan uang miliknya. Tapi Munari, tidak mengembalikannya,”jelasnya.

Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan, Rudi melaporkannya ke Mapolresta Bandarlampung, pada Oktober 2016 lalu. Sejak dilaporkan kasus itu, Munari tidak diketahui lagi keberadaannya. Bahkan Munari tidak pernah berdinas, di Biddokes Polda Lampung selama empat bulan.

Kombes Pol Murbani Budi Pitono menghimbau, agar masyarakat tidak percaya begitu saja dengan siapapun, atau oknum yang menjanjikan bisa menjadikan anggota Polri. Apalagi, adanya embel-embel memberikan sejumlah uang, hal tersebut tidaklah benar.

“Jadi saya tegaskan, penerimaan Polri sama sekali tidak dipungut biaya. Kalau ada yang meminta uang, dan menjajikan bisa masuk jadi anggota Polri itu tidaklah benar dan segera laporkan,”tegasnya.

Loading...