Diduga Perkosa Dua Anak Tiri dan Seorang Anak Kandung, Warga Bandarlampung Ditangkap Polisi

  • Bagikan
DM alias Endang (56), warga Bandarlampung, ditangkap polisi, Kamis (28/10/2021), karena diduga kuat melakukan pencabulan dan pemerkosaan terhadap dua anak tiri dan seorang anak kandung yang masih di bawah umur.
DM alias Endang (56), warga Bandarlampung, ditangkap polisi, Kamis (28/10/2021), karena diduga kuat melakukan pencabulan dan pemerkosaan terhadap dua anak tiri dan seorang anak kandung yang masih di bawah umur.

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG.COM — DM alias Endang (56), warga Wayhalim Bandarlampung,  ditangkap polisi, Kamis (28/10/2021),  karena diduga kuat melakukan pemerkosaan dan pencabulan terhadap dua anak tiri dan satu anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur.

Penangkapan terhadap DM dilakukan polisi setelah paman korban melaporkan ken polisi bahwa AJK (16 tahun), TT (5), dan  A (2) menjadi korban kebejatan DM. AJK dan TT merupakan anak tiri DM, sedangkan A merupakan anak kandung DM.

“Laporan dilakukan MS, paman korban, pada  Kamis, 14 Oktober 2021 dengan nomor surat laporan Polisi : LP / B /2017/ X /2021 / SPKT / POLDA LAMPUNG atas dugaan persetubuhan dan pencabulan,” kata Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (28/10/2021).

Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan gelar perkara dan berhasil menemukan dua barang bukti berupa satu buah kasur kapuk warna merah muda dengan motif putih dan satu buah karpet warna merah.

“Petugas langsung mengamankan tersangka,” kata Pandra.

Menurutnya, tersangka melakukan perbuatannya ketika ibu korban sedang tertidur sekitar jam 00.00 WIB dini hari.

Setelah melakukan perbuatannya, tersangka mengancam korban dengan ancaman tersangka akan menceraikan ibunya jika korban memberitahukan perbuatannya.

“Tersangka sudah melakukan perbuatannya sejak tahun 2017 sampai dengan 2020. Saat ini korban AJK sudah melahirkan anak laki-laki yang diduga hasil dari perbuatan tersangka,” kata Pandra.

Setelah dilakukan pengembangan, tersangka juga diduga telah mencabuli anak tirinya berinisial TT berusia 5 tahun serta anak kandungnya berinisial A berusia 2 tahun.

Akibat perbuatannya, tambah Pandra, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1),(3) dan Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1),(2), Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 atas Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dengan sanksi pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara serta dikenakan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000  (lima miliar rupiah),” imbuhnya.

Ketiga korban tersebut semuanya tinggal satu rumah dengan pelaku.

“Oleh karena itu, sanksi hukuman pelaku ditambah 1/3 dari sanksi hukuman pokok,” kata Pandra.

  • Bagikan