Beranda Hukum Kriminal Diduga Perkosa Siswi SMP, Pegawai Honorer di Tubaba Diringkus Polisi

Diduga Perkosa Siswi SMP, Pegawai Honorer di Tubaba Diringkus Polisi

413
BERBAGI
IM (tengah) diringkus polisi karena diduga memerkosa siswi SMP.

TERASLAMPUNG.COM — IM (27), warga Tiyuh Gunungsari, Kecamatan Lambu Kibang, Tulangbawang Barat, Sabtu (10/11/2018), diringkus ptugas Polsek Lambu Kibang karena diduga memperkosa seorang siswi SMP  berinisial MU (13).

Pria bejat itui merupakan pegawai tata usaha berstatus honorer di tempat korban menimba ilmu.

Kapolsek Lambu Kibang Iptu Abdul Malik mengatakan, pelaku ditangkap, Sabtu (10/11) sekitar pukul 20.30 WIB.

“Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah pamannya di Tiyuh Gunung Sari,” terang Malik, Minggu (11/11).

Terbongkarnya kasus pemerkosaan itu bermula dari laporan EY (44), ayah kandung MU.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/98/B/X/2018/Polda Lpg/Res Tuba/Sek Kibang, tanggal 29 Oktober 2018.

“Kejadian yang dialami korban MU terjadi pada hari Minggu bulan Juli 2018, sekitar pukul 10.00 WIB di Gedung Pramuka tempat korban bersekolah,” papar Malik.

EY sendiri baru mengetahui peristiwa pemerkosaan terhadap putrinya dari saksi Eko Bayu Saputra, Minggu (21/10) sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah mendapatkan kabar itu, EY pun langsung memanggil MU.

“Di hadapan ayahnya, MU menceritakan kejadian yang dialaminya sambil ketakutan. Karena usai diperkosa oleh IM, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban dan keluarganya apabila korban bercerita tentang kejadian tersebut,” terang Malik.

Kapolsek menambahkan, barang bukti yang disita dalam kasus ini berupa kunci gudang Gedung Pramuka, terpal tenda terbuat dari parasut warna hitam kombinasi warna merah jambu dan kuning primary.

Selanjutnya, kaus lengan pendek warna merah kombinasi biru bertuliskan panitia O2SN, training panjang warna hitam kombinasi putih, dan ponsel Advan warna hitam.

Selain itu, juga disita sepeda motor Suzuki Smash warna hitam tanpa pelat nomor beserta kunci kontak dan surat tanda nomor kendaraan.

Saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Lambu Kibang.

Ia akan dijerat pasal 81 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

”Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tandas Iptu Malik.

TL/LIS

 

Loading...