Diduga Perkosa Siswinya, Guru SMPN 8 Bandarlampung Dipecat

Kepala SMPN 8 Kota Bandarlampung Ratnasari menjelaskan dugaan tindakan asusila guru dengan muridnya, Minggu (13/3/2022).
Kepala SMPN 8 Kota Bandarlampung Ratnasari menjelaskan dugaan tindakan asusila guru dengan muridnya, Minggu (13/3/2022).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG —  HP, guru SMP Negeri 8 Bandarlampung dipecat karena diduga memerkosa siswinya di sekolah pada Senin pekan lalu (7/3/2022).

“Dalam menyikapi kejadian tersebut kami langsung memberikan surat pemberhentian kepada HP (inisial). Langsung kami pecat,” kata Kepala SMPN 8 Kota Bandarlampung , Ratnasari, usai mengikuti rapat Majelis Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) di SMPN 8 di Jalan Bumi Manti, Kecamatan Kedaton,Minggu 13 Maret 2022.

Dia menambahkan HP yang diduga pelaku perbuatan asusila terhadap muridnya itu sudah mengajar selama 5 tahun dan statusnya masih guru honor dan mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Dia itu S2 lho dan saya dengar dia mendapat beasiswa ke Timur Tengah karena pandemi keberangkatannya ditunda,” kata Ratnasari.

Mengingat saat ini sudah memasuki Latihan Ujian Sekolah (LUS) serta sekolah juga mulai Pengajaran Tatap Muka (PTM), pihak sekolah berupaya untuk menemui korban tapi sayangnya korban sudah diamankan tujuannya agar korban tetap bisa mengikuti ujian.

“Anak ini kan ulangan besok (14/3/2022). Saya menugaskan guru BK, wali kelasnya juga Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan untuk mengantarkan soal ulangan agar dikerjakan di rumah dan didampingi gurunya,” jelas Ratnasari

“Artinya proses pendidikan anak itu tetap berjalan karena sudah mau ujian. Selain itu insyaallah kami akan memberikan pendampingan kepada anak itu tentu bekerjasama dengan lembaga yang kompeten di bidang tersebut,” jelasnya.

Dia mengaku tidak mengetahui kronologi kejadian. Bahkan dia baru mengetahuinya dari pemberitaan media. Selain itu saat diduga pelaku perbuatan asusila H di bawa oleh Babinkamtibmas ke Polsek Kedaton Ratnasari masih tidak mengerti.

“Kejadiannya saya benar-benar tidak tahu.Pada hari Jumat siang, Babinkamtibmas kami datang ke sini (sekolah) dan meminta tolong untuk menghubungi HP,” jelasnya.

“Saya telfon si H dan diminta untuk ke sekolahan. HP kooperatif datang, setelah datang diwawancarai oleh Babinkamtibas kira-kira 15 menit dan selanjutnya Babinkamtibmas minta izin untuk membawa HP ke Polsek Kedaton,” tambahnya.

Perbuatan asusila yang diduga dilakukan H terhadap anak didiknya diduga dilakukan di ruang kelas. Saat ditanyakan apakah semua ruang kelas SMPN 8 sudah dilengkapi CCTV. Ratnasari menjelaskan belum semuanya.

“Saya tidak hafal kelas-kelas yang ada CCTV-nya tapi yang pasti belum semua kelas dilengkapi CCTV,” ujar Kepala SMPN 8 Kota Bandarlampung Ratnasari.

Sebelumnya, seorang guru SMPN 8 diduga melakukan tindakan asusila terhadap muridnya inisial AM (15) di sekolah pada Senin (7/3/2022). Atas peristiwa ini, guru inisial H (28), dilaporkan keluarga korban ke Mapolsek Kedaton Bandarlampung.

Kapolsek Kedaton, Kompol Atang Syamsuri membenarkan kejadian itu. Atas laporan itu terduga pelaku saat ini ditahan.

“Iya benar, saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap pelaku. Pemeriksaan dilakukan, untuk memastikan unsur pidana yang dilanggar pelaku,” kata Kompol Atang.

“Pengembangan juga dilakukan, terkait kemungkinan adanya siswi lainnya, yang menjadi korban,” tambahnya.

Sikap tegas juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung, Eka Afriana. Eka menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi perilaku guru bejat itu.

“Guru itu dipecat karena tidak bisa jadi teladan,” katanya.

Dandy Ibrahim

You cannot copy content of this page