Diduga Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polda Kembali Gerebek Kampung Kejadian

  • Bagikan
AKBP Ahmad Zulfikar

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-=Tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Lampung dan satu peleton Brimobda kembali menggrebek Desa Kejadian, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Penggerebekan tersebut berawal dari tertangkapnya Hamdani (33) warga Kejadian, Tegineneng, pesawaran serta dua rekannya Evi (28) dan GP (24). Dua warga Desa Branti Raya, Natar Lampung Selatan itu menurut data di Polda Lampung adalah  gembong narkoba yang selama ini masuk DPO Polda Lampung,

Ketiga tersangka ditangkap saat hendak masuk Pelabuhan Bakauneni menggunakan mobil Pajero Nopol BE 1346 D di Seaport Interdiction (SI) Lampung Selatan, pada Minggu (14/12/2014) sekitar pukul 10.00 WIB.

Direktur Narkoba polda lampung, kombes Edi Swasono melalui Kasubdit 3 direktorat narkoba Polda Lampung, AKBP Ahmad Zulfikar mengatakan, ketiga tersangka berhasil ditangkap petugas Polres lampung Selatan saat akan melakukan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.

Saat itu petugas Seaport Interdiction mencurigai sebuah mobil pajero warna putih no pol BE 1346 D yang kendarai oleh tersangka hendak masuk pelabuhan.

Saat diperiksa, kata  Zulfikar, salah satu petugas mencurigai gerak gerik salah satu tersangka yang diketahui bernama Hamdani. Kemudian petugas memeriksa ketiganya dengan dilakukan tes urine dan hasilnya positif menggunakan narkoba. Ternyata tersangka Hamdani ini, merupakan salah seorang buruan (DPO) Polda Lampung, sehingga pihak Polres setempat berkoordinasi dengan ditnarkoba polda lampung.

“Lalu sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka Hamdani berikut kedua rekannya dijemput petugas dari ditnarkoba polda lampung untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan di kantor Ditnarkoba,” kata Zulfikar, Senin (15/12).

Zulfikar menjelaskan, usai melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 3 jam dikantor ditnarkoba, mendapatkan keterangan dari tersangka Hamdani, memberikan informasi rumah yang ditempati ketiga DPO lainnya. Tim gabungan Polda Lampung dibantu satu peleton Brimobda bersenjata lengkap sekitar pukul 18.30 WIB melakukan penggrebekan di Desa Kejadian, Tegineneng, Pesawaran. Namun, saat dilakukan penggrebekan di tiga rumah DPO tersebut, petugas tidak menemukan para DPO. Petugas hanya mendapati barang bukti narkoba milik para tersangka.

“Waktu kami gerebek, para DPO sudah tidak ada ditempat. Kami hanya menemukan beberapa barang bukti ratusan butir pil ekstasi, beberapa gram sabu, ratusan plastik klip untuk membungkus sabu, satu buah timbangan digital, beberapa sendok dan satu unit mobil timor warna merah Nopol BE 1387 AC milik tersangka UT (DPO),”jelasnya.

Ditambahkannya, berdasarkan dari pengakuan tersangka Hamdani, bahwa tersangka mendapat barang haram jenis sabu, ekstasi dan ganja dari Aceh. Penangkapan tersangka Hamdanai, Evi dan GP di Seaport Interdiction Lampung Selatan tersebut, memang tidak ditemukan barang bukti narkoba tapi hasil dari tes urinenya positif. Hamdani mengaku dapat barang dari aceh, bisa sampai 1 kilogram lebih baik itu sabu-sabu maupun ganja.

“Kami masih terus memburu ketiga rekan Hamdani yang sudah diketahui identitasnya yakni berinisial UT, IO dan KD merupakan anak buah dari tersangka Hamdani yakni sebagai pengedar. Ketiganya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kalau Hamdani ini sebagai penerima atau bandar dari warga Aceh yang menyuplai barang haram itu,” kata Zulfikar.

  • Bagikan