Diduga Stres karena Istrinya Menikah Lagi, Napi Lapas Rajabasa Gantung Diri

  • Bagikan
Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Lapas Rajabasa, Bandarlampung, Giyono, saat berikan keterangan terkait tewasnya napi bernama Paryono yang gantung diri di dalam ruang isolasi Blok D3,

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Diduga lantaran setres ditinggal istrinya menikah lagi, napi kasus pembunuhan, Paryono (34) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan kain sarung di dalam sel isolasi blok D3 Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandarlampung (Lapas Rajabasa), Senin (16/1/2017) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandarlampung (Lapas Rajabasa), Giyono, mengatakan beberapa waktu lalu Paryono sempat mengamuk di dalam Lapas. Pada saat itu, para napi sedang membuat hiasan kapal untuk perayaan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Paryono mengamuk merusak seluruh hiasan untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, saat mengamuk Paryono bilang melihat bayangan istrinya di hiasan kapal yang dibuat para napi,”ujarnya, Senin sore.

Dikatakannya, karena sudah melakukan ulah diluar kewajaran dan mengganggu, dan diduga mengalami setres. Pihaknya mengamankan Paryono dan memasukkannya ke dalam sel isolasi di Blok D3.

“Prilaku Paryono memang sering berubah sejak akhir-akhir ini, hal itu semenjak Paryono mendapat kabar istrinya mau menikah lagi dengan orang lain. Kami menduga, Paryono tewas gantung diri lantaran istrinya menikah lagi,”terangnya.

Tewasnya Paryono, napi kasus pembunuhan tersebut, kata Giyono, pertamakali diketahui oleh napi tamping kebersihan, Senin (16/1/2017) siang sekitar pukul 14.30 WIB. Napi tamping yang melihat kejadian itu, langsung melaporkannya ke putagas Lapas.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mengecek ke dalam sel isolasi tempat Paryono. Saat dicek ke dalam, Paryono sudah tak bernyawa lagi. Saat itu juga, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Kedaton.

“Kami langsung laporkan kejadian ini ke polisi, taklama kemudian petugas dari Polsekta Kedaton dan tim Inafis Polresta Bandarlampung datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),”ungkapnya.

  • Bagikan