Beranda Views Suara Publik Diduga Terkait Rencana Diskusi Soal Papua, Koalisi Kutuk Teror Peretasan Akun Jurnalis...

Diduga Terkait Rencana Diskusi Soal Papua, Koalisi Kutuk Teror Peretasan Akun Jurnalis Teknokra Unila

894
BERBAGI
ilustrasi teror @pixabay
ilustrasi teror @pixabay

Pada Rabu, 10 Juni 2020, sekitar pukul 13.00 WIB, Chairul Rahman Arif (Pemimpin Umum Teknokra) mendapat telpon dari nomor tidak dikenal mengatasanakan alumni Universitas Lampung sebanyak 12 kali panggilan. Alumni itu menanyakan keberadaan tempat pengadaan diskusi tentang papua. Penelpon tidak menjelaskan identitas secara rinci. Kemudian Chairul, meminta penelpon mengikuti acara seperti yang ada di pamflet. Bersamaan dengan itu, Wakil Rektor 3 Unila, Yulianto meminta Chairul menemuinya.

Yulianto menyarankan untuk menunda diskusi atau menambah narasumber dari akademisi untuk ikut dalam diskusi. Namun, Teknokra tetap memilih diskusi tetap berjalan pada Kamis (11/6/2020) malam dengan narasumber yang ada. Teknokra juga berenca mengadakan diskusi lanjutan.

Lalu, pukul 19.39, Mitha Setiani Asih (Pemimpin Redaksi Teknokra) mendapatkan pesan kode OTP akun Gojek miliknya. Namun, Mitha tidak terpikir akan mengalami peretasan. Tiba-tiba pesan WhatsApp masuk dari driver Gojek “P”.

Awalnya Mitha tidak menduga pesan itu dari ojek online, Gojek. Ia mengira hanya nomor orang yang iseng. Lalu, telepon Mitha terus berdering ratusan kali dari driver Gojek. Sejak itu ia menyadari bahwa akun di aplikasi Gojek-nya diretas. Saat Mitha membuka aplikasi Gojek miliknya, puluhan pesanan gojek sudah muncul di fitur pesanan, bahkan pesanan tersebut tidak bisa dibatalkan.

Chat pesanan seolah-olah Mitha benar-benar memesan dengan kalimat “sesuai aplikasi ya bang”, bahkan chatnya pun menyarankan untuk menghubungi akun WhatsApp Mitha. Sampai sekitar pukul 21.47 WIB, akun Gojek-nya terus memesan makanan dengan titik yang disebar dimana-mana. Sampai akhirnya, Mitha bisa menghubungi call center Gojek untuk menutup akun gojeknya.

Tidak hanya akun Gojek, akun media sosial lain seperti Facebook, Instagram juga ikut diretas, karena Mitha tidak dapat mengakses akunnya.

Bersamaan dengan Mitha, setelah sebelumnya mendapat telepon dari orang tidak dikenal, pukul 20.28 WIB, Chairul mendapat pesan teror melalui whatsApp dengan screen capture data identitas pribadinya, disertai dengan kalimat bernada ancaman untuk tidak menyelenggarakan diskusi. Selanjutnya pukul 20.59 WIB, Chairul kembali mendapat pesan bernada ancaman untuk tidak melaksanakan diskusi yang dianggap memprovokasi masyarakat, bahkan orang tersebut menyebutkan data pribadi Chairul sudah dipegang dan mereka mengancam keselamatan orang tua dari Chairul. Pesan itu disertai dengan foto KTP Chairul.

Aksi teror dan peretasan yang diterima dua jurnalis teknokra diduga kuat disebabkan oleh diskusi daring yang akan diselenggarkan teknokra tentang isu rasial terhadap Papua, pada Kamis (11/6/2020) pukul 19.00 WIB. Kabar terkahir yang diterima, salah satu pemateri dalam diskusi tersebut ikut mendapat peretasan pada akun Gojek dan WhatsApp.

Oleh karena itu tim, Koalisi Pembela Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi Lampung, yang terdiri dari LBH Bandar Lampung, AJI Bandar Lampung, Teknokra Unila, Aliansi Pers Mahasiswa Lampung, dan LBH Pers Lampung, menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengutuk teror terhadap jurnalis mahasiswa Teknokra Unila. Diskusi yang akan digelar Teknokra merupakan bentuk kebebasan berpendapat yang seyogianya mendapat perlindungan.
2. Mengecam keras aksi peretasan akun media sosial milik Pemred
Teknokra, serta aksi teror terhadap Pemum Teknokra. Teror dan peretasan itu tindakan tak beradab yang menciderai demokrasi dan kehidupan bermasyarakat.
3. Mendesak kepolisian mengusut tuntas aksi teror dan peretasan terhadap
jurnalis Teknokra.
4. Meminta negara untuk menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi
warga negara
5. Meminta semua pihak untuk menghormati kebebasan berpendapat dan
berekspresi setiap orang, serta tidak melakukan aksi teror, ancaman, dan
peretasan.

Koalisi Pembela Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi Lampung

LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan, SH  (Direktur)
AJI Bandarlampung, Hendry Sihaloho (Ketua)
LBH Pers Lampung, Hanafi Sampurna, SH (Direktur)
Teknokra Unila
Aliansi Pers Mahasiswa Lampung

 

Loading...