Hukum  

Diduga Terlibat Penganiayaan, Dua Pejabat Pemkab Tubaba Dilaporkan ke Polisi

‎Iin dan kerabatnya menunjukan bukti laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh suami dan kerabat suaminya di kantor PWI Lampung Utara.
‎Iin dan kerabatnya menunjukan bukti laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh suami dan kerabat suaminya di kantor PWI Lampung Utara
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, Kotabumi–Tidak terima dengan penganiayaan yang dialaminya, ‎Iin Damai Yanti Sarda (37) mempolisikan dua oknum pejabat di lingkungan Pemkab Tulangbawang Barat (GR dan FR) pada pada Senin malam (14/3/2022). GR merupakan suami dari korban Iin Damai Yanti Sarda.

Selain kedua oknum pejabat tersebut, turut Iin juga melaporkan lima terduga pelaku lainnya. Laporan itu tertuang dalam STPL/665/B-1/III/2022/SPKT/POLRES LAMPUNG UTARA/POLDA LAMPUNG tertanggal 14 Maret 2022.

Menurut Iin yang seharinya bekerja sebagai guru di SMAN 1 Kotabumi ini, peristiwa ini bermula saat ia bersama ketiga anaknya diajak jalan oleh suaminya menggunakan mobil pribadi, GR pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam perjalanan, suaminya meminta ia membeli sejumlah minuman di Alfamart yang berada di Kelurahan Kelapatujuh.

“Begitu ke luar dari Alfamart, mobil suami saya sudah enggak ada lagi,” terangnya saat mendatangi kantor PWI Lampung Utara, Rabu (23/3/2022).

‎Meski sedikit kesal atas perlakuan tersebut dan memperkirakan suaminya membawa ketiga anaknya ke rumah orang tuanya, ia pun memilih pulang ke rumah kontrakan mereka. Namun, saat hari berganti malam, salah seorang anaknya menghubungi agar dapat dijemput di kediaman orang tua GR.

Mengetahui ada permintaan tersebut, ia bersama kerabat dekatnya mendatangi kediaman orang tua GR yang berada di Kelurahan Kelapatujuh, Kotabumi Selatan. Sempat terjadi perdebatan antara kedua belah pihak tak lama setelah Iin dan kerabatnya tiba di rumah tersebut.

Perdebatan ini akhirnya benar – benar memanas. Puncaknya, sepupu Iin yang bernama Andriansah Irfa dikeroyok oleh keluarga suamnya. Akibatnya, Andriansah mengalami luka di bagian bibir dan memar di bagian badan.

“Mertua saya juga sempat mencabut senjata tajam saat keributan itu terjadi,” kisah dia.

Setelah berhasil ke luar dari rumah tersebut, Iin dan kerabatnya segera melakukan visum di RSU H.M.Ryacudu sebelum melaporkan kejadian ini pada Polres Lampung Utara. Iin berharap, dengan pelaporan ini, ia dan kerabatnya akan mendapatkan keadilan dari penegak hukum.

“Saya hanya minta keadilan. Mohon pak polisi berikan itu pada kami!!” tegas dia.

Sayangnya, GR masih belum dapat dihubungi hingga pukul 16.57 WIB. Panggilan masuk berikut pesan yang disampaikan melalui WhatsApp tak jua direspons oleh yang bersangkutan.

Di sisi lain, ‎Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP Eko Rendi Oktama ketika dihubungi mengaku akan memastikan dulu kebenaran laporan tersebut. “Saya periksa dulu ya,” singkat dia.

Adapun terlapor yang di laporkan atas peristiwa tersebut ialah berinisial, GR (39) yang merupakan suami syahnya, dan sekaligus merupakan oknum Kasi di Dinas PUPR Pemkab Tubaba.

FR (35) selaku oknum Kabag Protokol Pemkab Tubaba. MA (45) selaku oknum Sekretaris Pengadilan Negeri Kotabumi. MA (60) salah satu oknum Pengusaha di Lampung Utara. MAA (20) salah satu oknum Mahasiswa, dan dua (2) orang oknum PNS lainnya berinisial MM (60), dan SDY (42) yang merupakan warga, Kelurahan Kelapatujuh, No.26 RT III / RW VIII, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Feaby Handana