Diduga Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Oknum Polisi Polres Bandarlampung Dipecat

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan kasus perampokan yang melibatkan Bripka IS.

TERASLAMPUNG.COM — Bripka IS, personel Sub Unit II Pengendali Massa (Dalmas) Polresta Bandaralampung, diberhentikan tidak dengan hormat alias dipecat dari anggota kepolisian karena diduga kuat menjadi dalang perampasan mobil Toyota Yaris milik mahasiswa asal Kabupaten Waykanan.

Sanksi tegas tersebut diputuskan setelah Komisi Kode Etik dan Profesi Polri menggelar sidang pada Selasa, 26 Oktober 2021.Dalam sidang yang dipimpin oleh Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Lampung, Kombes M Syarhan, itu Bribka IS dinyatakan melakukan pelanggaran serius.

“Menurut Pandra, hasil sidang memutuskan bahwa Bripka IS divonis bersalah melanggar Kode Etik Profesi Polri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri nomor 14 Tahun 2011,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Selasa,26 Oktober 2021.

Adapun sanksi pemecatan terhada Bripka IS mengacu pada pada Pasal 13 dan 14 ayat (1) Huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan Pasal 7 ayat (1) huruf b dan Pasal 11 c Peraturan Kapolri No. 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

“Proses hukum akan dilanjutkan. Pemberhentiannya secara resmi akan dilakukan pada 1 November 2021 mendatang,” kata Pandra.

Pandra mengatakan, Bripka IS akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara 12 tahun.

Sebelumnya diberitakan mahasiswa di Bandarlampung Guritno Tri Widianto (19), warga Bumi Jaya, Negara Batin, Way Kanan, Lampung dirampok saat sedang nongkrong bersama temannya Faisal Adrianto menggunakan mobil baru Toyota Yaris BE 1062 XX di Lapangan Enggal, Bandarlampung, Sabtu (9/10/2021). Mobil itu, baru dibeli tiga hari sebelumnya dari daealer.

Pada saat kejadiam, korban didatangi empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor. Salah satu pelaku, mengaku sebagai anggota polisi dan menuduh kedua korban terlibat kasus narkoba. Selanjutnya, keduanya dibawa masuk ke dalam mobil milik korban dan pelaku sempat menyekap korban dan menodongkan benda diduga senjata api (senpi).

Pelaku sempat menghubungi orangtua korban dan meminta uang Rp 10 juta, uang itu diminta pelaku untuk membebaskan korban. Dalam keadaan tangan terikat dan mata tertutup, kedua korban dibuang oleh paleku di daerah Bekri, Dusun IV, Serapit, Lampung Tengah. Korban ditemukan warga setempat, Minggu pagi (10/10/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolda Tindak Tegas

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno memastikan, oknom polisi Bripka IS, tersangka kasus perampokan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tidak ada itu saya pilih-pilih kasih. Yang jelas, tetap akan saya tindak. Oknum Bripka IS, saat ini masih dalam proses penyidikan dan pengembangan Satreskrim Polresta Bandarlampung,”kata Kapolda Lampung, saat menggelar konferensi pers, Rabu (20/10/2021).

Ancaman pidana bagi anggota yang terlibat perampokan, Irjen Pol Hendro Sugiatno menegaskan, tidak beda dengan masyarakat sipil terlibat pidana yakni maksimal 12 tahun penjara.

“Oknum polisi terlibat perampokan pasti dipidanakan, ancaman hukumannya 12 tahun penjara dan pasti akan saya pecat (PTDH),”jelasnya.

  • Bagikan