Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Diduga Terpeleset, Balita Tewas di Lubang Galian Septictank

Diduga Terpeleset, Balita Tewas di Lubang Galian Septictank

173
BERBAGI
Warga Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan bersama aparat Polsek Candipuro mengubur jenazah balita yang tewas karena masuk ke lubang septictank berisi air di belakang rumahnya.

Zainal Asikin| Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Rasya Raif Hanafi (4 tahun) ditemukan sudah tak bernyawa di dalam lubang galian septictank milik orang tuanya di Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan,  Senin malam 24 September 2018 sekitar pukul 18.30 WIB.

Tetangga korban, Tugiman (38), menceritakan peristiwa nahas yang menimpa anak pasangan Mulyono (47) dan Timah (40) itu berawal saat korban bermain bersama kakaknya.

Menurutnya, sekitar pukul 16.00 WIB, kakak korban pulang ke rumahnya sendirian tanpa sang adiknya tersebut.

“Melihat buah hatinya yang masih balita tidak ikut pulang bersama kakaknya, Ibu korban berusaha untuk mencarinya di lingkungan tempat tinggalnya dan di sekitaran rumahnya,”ujarnya kepada teraslampung.com, Selasa 25 September 2018.

Setelah dua jam dicari, kata Tugiman, ibu korban melihat anaknya yang masih balita itu, sudah tergeletak dan terbujur kaku di dalam lubang galian septictank berisi air yang berada di belakang rumahnya sendiri.

Saat itu juga, ibu korban mengangkatnya dan langsung membawanya bersama pamong setempat ke salah satu klinik setempat. Namun sayangnya, nyawa anak balitanya itu tidak bisa diselamatkan.

“Anak balitanya itu, ditemukan di dalam lubang galian septictank milik mereka sendiri yang ada di belakang rumahnya. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia saat ditemukan, dan jenazahnya sudah langsung dimakamkan tadi malam,”terangnya.

Sementara Kepala Desa Karya Mulyasari, Suwarno saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, dan Ia mengetahui adanya peristiwa nahas yang menimpa salah satu warganya itu setelah mendapatkan laporan dari tetangga korban dan pamong setempat. Korban Rasya, meninggal dunia masuk ke dalam lubang galian septictank berisi diduga karena terpeleset.

“Ya benar, jenazah balita malang itu sudah langsung dimakamkan oleh keluarganya di TPU setempat malam itu juga. Dengan adanya kejadian ini, saya turut prihatin dan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga Mulyono,”ungkapnya.

Suwarno mengimbau seluruh warganya agar tidak lalai dan selalu waspada terhadap buah hatinya ketika sedang bermain. Apalagi jika anak itu masih balita, sehingga masih butuh pengawasan ekstra dari orangtuanya. Selain itu juga, jika membuat galian untuk septictank atau lainnya janganlah dibiarkan begitu saja karena berbahaya kalau tidak diberi pagar pengaman.

“Adanya kejadian ini, harus dijadikan pelajaran terhadap seluruh orangtua agar tetap selalu waspada terhadap buah hatinya supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,”imbaunya.

Kapolsek Candipuro, Lampung Selatan, AKP Arief Sembiring membenarkan bahwa balita bernama Rasya Raif Hanafi yang masih berusia 4 tahun anak dari pasangan Mulyono dan Timah meninggal dunia diduga terpeleset masuk ke dalam lubang galian septictank berisi air milik orangtuanya sendiri di belakang rumahnya di Desa Karyamulya Sari, Senin malam (24/9/2018) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Begitu dapat laporan itu, kami langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Lalu membawa korban ke klinik terdekat, setelah dilakukan pemeriksaan medis korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Malam itu juga, kami membantu proses pemakaman korban di TPU setempat,”ungkapnya.

Loading...