Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Difitnah Robohkan Masjid, Pol PP Bandarlampung Desak Polisi Tangkap Pelaku

Difitnah Robohkan Masjid, Pol PP Bandarlampung Desak Polisi Tangkap Pelaku

29
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bandarlampung mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dan menangkap pelaku penyebaran berita bohong, fitnah dan ujaran kebencian terhadap Badan Pol PP Kota Bandarlampung.

BACA: Sebarkan Video Hoax Pol PP Bandarlampung Robohkan Masjid, Warganet Dipolisikan

Desakan itu disampaikan dalam pernyatan sikap dan aksi damai yang diikuti ratusan Pol PP Kota Bandarlampung di Bundaran Gajah, Rabu 18 September 2019.

“Aksi kita hari ini adalah pernyataan sikap terhadap video yang tersebar luas melalui akun facebook saudara Makmur yang diupload pada tanggal 16 September 2019 yang menyebutkan bahwa Pol PP Bandarlapung telah merobohkan salah satu masjid di Kaliawi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan (Kaban) Pol PP Kota Bandarlampung Suhardi Syamsi.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh akun FB Makmur For Malab itu merupakan ujaran kebencian serta mencoba mengadu domba agar terjadi kekacauan dimana ujungnya masyarakat akan menyerang Pol PP.

“Maka kami melakukan klarifikasi bahwa apa yang diupload oleh akun FB Makmur For Malam itu tidak benar dan bohong. Ini semata-mata saya lihat untuk menimbulkan kekacauan,” jelas Suhardi.

Lebih lanjut Surhardi Syamsi mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Polisi dan meminta pihak berwajib untuk segera mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Kami meminta pihak keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini agar tidak terjadi lagi dikemudian hari dan pelakunya harus bertanggungjawab,” kata Suhardi.

Suhardi juga menyampaikan pesan dari Walikota Bandarlampung Herman HN jika kasus ini tidak bisa secepatnya diusut oleh Polresta karena sesuatu hal, pihaknya akan melaporkan kasus ujaran kebencian dan sara yang diduga dilakukan oleh pemilik akun FB Makmur For Malab ke Mabes Polri.

“Kemarin sudah kami laporkan ke polisi berikut bukti-buktinya. Polda Lampungkan memiliki alat yang bisa mendeteksi siapa pemilik akun tersebut meski akun itu sekarang sudah dihapus. Nah, jika kasus ini berlarut-larut saya sudah diperintahkan walikota untuk melapor ke Mabes Polri,” tegas Suhardi.

Dandy Ibrahim

Loading...