Beranda Hukum Digerebek Warga di Rumah Perempuan, Ini Penjelasan Anggota DPRD Lampung Utara

Digerebek Warga di Rumah Perempuan, Ini Penjelasan Anggota DPRD Lampung Utara

281
BERBAGI
Suasana penggerebekan di kediaman SR
Suasana penggerebekan di kediaman SR, Minggu malam (24/11/2019).

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi — HM, anggota DPRD Lampung Utara yang digerebek warga desa saat bertamu di rumah seorang perempuan, wilayah RT 5, LK II, Sindangsari, Kotabumi, Lampung Utara Minggu malam (24/11/2019), akhirnya mengungkapkan peristiwa sebenarnya yang terjadi.

HM mengungkapkan alasan  kedatangannya mengunjungi rekan perempuannya (SR) ‎yang berujung pada penggerebekan warga.

“Sebelumnya, saya mohon maaf kepa warga RT 5/LK 2 Sindangsari atas ketidaknyamanan ‎ini. Namun, sekali lagi saya tegaskan, semua tuduhan itu sama sekali tidak benar,” kata HM di rumahnya yang berada di Jalan Kapten Dulhak, Senin (25/11/2019).

‎HM mengaku, kedatangannya ke kediaman SR hanya untuk menjelaskan seputar ketidaksanggupannya untuk melunasi pinjaman uang kepada yang bersangkutan. SR sendiri merupakan salah satu tim pemenangannya dalam Pemilihan Legislatif lalu.

“Saya berangkat dari rumah menuju rumah SR sekitar pukul 20.40 WIB,” jelasnya.

‎Utang terhadap SR ini adalah utang saat ia bertarung dalam Pileg lalu. Saat itu, SR menalangi seluruh biaya yang harus dikeluarkannya saat berkampanye di daerah tersebut. Sampai kini, uang itu belum sempat ia ganti.

“Banyak bantuan yang diberikan beliau saa itu, termasuk menalangi kebutuhan seperti bensin, makan, rokok dan sebagainya‎,” kata dia.

‎Beberapa hari lalu, SR menghubunginya untuk segera melunasi utangnya sekitar Rp10 juta. Lantaran belum sanggup memenuhi permintaan tersebut, HM berinisiatif mengunjungi rumah SR. Sayangnya, setiba di sana, SR sedang tidak di rumah dan hanya bertemu dengan anaknya saja.

Selang 15 menit kemudian, SR tiba di rumah. Saat itu, baik pintu gerbang, pintu termasuk gorden seluruhnya sengaja dibuka. Tujuannya untuk menghindari adanya fitnah.

“Di situ, saya minta maaf karena belum bawa uang. Saya janji akan melunasinya sebelum tanggal 5 bulan depan,” terangnya.

Setelah menyampaikan hal itu, ia berniat pulang ke rumah. Belum sempat ia berdiri dari tempat duduknya mendadak datanglah Ketua RT 5 (Ashadin Ashar). Yang bersangkutan terlihat marah dengan SR. SR dituduh sering menerima tamu laki di malam hari.

Merasa risih dengan perkataan itu, HM kemudian memotong perkataan RT tersebut. Ia lalu menjelaskan ‎maksud kedatangannya di kediaman SR. ‎Ashadin Ashar akhirnya menerima penjelasan yang dikatakannya.

“Fitnah seperti ini pernah saya alami sebelumnya. Demi Allah SWT, semua tuduhan itu sama sekali tidak benar,” tegas dia.

Sebelumnya, lantaran diduga berbuat tidak ‘pantas’ dengan seorang laki – laki, sekelompok orang menggrebek ‎kediaman, SR yang berada di wilayah RT 5, LK II, Sindangsari, Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Belakangan diketahui‎, teman pria SR yang berstatus janda itu ternyata merupakan anggota DPRD Lampung Utara dengan inisial HM. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, HM dibawa ke Mapolres malam itu juga.

‎Berdasarkan rekaman video yang beredar, dugaan berbuat tidak pantas tersebut tidak sepenuhnya terbukti. Hal ini dikarenakan HM dan rekannya, SR sedang berada di ruang tamu. Pakaian keduanya pun masih dalam keadaan rapi.

“Lagi berduaan di dalam, tapi posisinya di ruang tamu. SR berstatus janda,” kata Ketua RT 5/LK II, Sindangsari, Ashadin Ashar.