Beranda Hukum Kriminal Dihajar Komplotan Begal, Warga Gilih Suka Negeri Lampung Utara Meninggal

Dihajar Komplotan Begal, Warga Gilih Suka Negeri Lampung Utara Meninggal

1328
BERBAGI
Puluhan warga melayat ke rumah M. Sidik, korban sadis kawanan begal sepeda motor, Sabtu (13/2/2016).
Puluhan warga melayat ke rumah M. Sidik, korban sadis kawanan begal sepeda motor, Sabtu (13/2/2016).

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–‎ M. Sidik (27), warga warga Desa Gilih Suka Negeri, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, yang menjadi korban pembegalan pada Jumt sore (12/2/), pada Jumat malam sekitar pukul 22.30 WIB meninggal dunia.

Meski ‎sempat dirawat selama hampir enam jam lamanya di RS Handayani, Kotabumi, nyawa korban tak berhasil diselamatkan akibat luka parah di kepalnya.

Badrun, warga Desa Cabang Empat yang pertama kali menemukan korban, menceritakan Sidik menjadi korban pembegalan di Jalan Dusun Suka rame, Desa Cabang Abung Raya‎, Abung Selatan.

Badrun mengaku, korban ditemukan saat tergeletak di pinggir jalan sembari meringis kesakitan. Namun, saat itu, korban tak berbicara banyak kepada dirinya. Korban hanya sempat mengaku dirinya baru saja dibegal.

“Tolong..tolong. (Saya) kena begal,” tutur Badrun menirukan perkataan almarhum, Sabtu (13/2).

Lantaran khawatir dengan keselamatan korban yang terlihat sempoyongan saat akan dipapah, Badrun lantas membawa korban ke rumah orang tuanya. Oleh orang tua korban, almarhum lantas dilarikan ke RS Handayani sore itu juga.

“Saya langsung bawa korban ke rumah orang tuanya. Korban sempat sempoyongan saat itu,” kata dia.

Sementara, Cecep (42), kerabat korban mengatakan, akibat aksi sadis kawanan begal sepeda motor itu, keponakannya itu meregang nyawa di RS Handayani, Kotabumi, enam jam setelah kejadian. Sepeda motor Yamaha vega ZR dengan pelat BE 8610 JY milik keponakannya juga berhasil dilarikan para pelaku. ‎

“Tempat kejadian perkara di Dusun Suka rame, Desa Cabang Abung Raya. Pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor korban,” jelas Sekretaris Desa Gilih Suka Negeri ini.

Cecep memperkirakan keponakannya itu meninggal akibat luka memar di bagian belakang kepalanya. Diperkirakan luka ‎itu akibat hantaman benda tumpul seperti kayu. Selain mengalami memar di bagian kepala, mata kiri korban juga terlihat memar.

“Keluarga sangat berharap pihak kepolisian bisa menangkap pelaku begal tersebut karena di desa ini sudah sering kali kejadian seperti ini dan bahkan tak jarang sampai merenggut nyawa,” harapnya.

Hingga pukul 14:30 WIB, pihak kepolisian belum berhasil dikonfirmasi terkait aksi sadis kawanan begal yang telah merenggut nyawa M. Sidik.