Beranda Hukum Teras Kriminal Dijaga Ketat Aparat, Suami-Istri Perampok dan Pembunuh Tante Sendiri Lakukann 43...

Dijaga Ketat Aparat, Suami-Istri Perampok dan Pembunuh Tante Sendiri Lakukann 43 Adegan Reka Ulang

878
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Darwin (kaus oranye), suami tersangka Yunita Amela, saat melakukan reka ulang perampokan dan pembunuhan Suryaningsih, di rumah korban di  Jalan Griya Nusantara No 5, Kelurahan Gunung Agung Tanjungkarang Barat, Selasa (14/4).

BANDARLAMPUNG-Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung menggelar reka ulang kasus pembunuhan Suryaningsih istri mantan anggota DPRD Lampung, Muhzan Zain, pada Selasa (14/4) sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Reka ulang pembunuhan tersebut, berlangsung di empat lokasi berbeda dengan 43 adegan yang dilakukan oleh kedua tersangka Yunita Amelia alias Nita (28) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Abdoel Muluk (RSUDAM) dan suaminya Darwin.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Dwi Irianto mengatakan, petugas melakukan reka ulang dari awal perencanaan pembunuhan hingga pada saat eksekusi dirumah korban,  gelar rekonstruksi atau reka ulang ini dilakukan mulai dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Baca: Pembunuhan Istri Mantan Anggota DPRD, 94 Personel Gabungan Jaga Ketat Lokasi Rekonstruksi

“Dari awal hingga akhir jalannya rekontruksi, total ada 43 adegan yang diperagakan kedua tersangka di empat lokasi berbeda, pertama di rumah kontrakan pelaku di wilayah Pahoman (Depan RRI), di toko tempat memebeli tali rafia, di tanjung Senang dirumahnya Darwin saat mengambil alat linggis dan yang terkahir di rumah korban,”kata Dwi Irianto kepada wartawan, Selasa (14/4).

Yunita Amelia, PNS RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung (kaus oranye) saat akan melakukan reka ulang perampokan dan pembumuhan tantenya sendiri, Surya Ningsih.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya menjelaskan, Dari hasil gelar rekonstruksi  yang dilakukan kedua tersangka Yunita dan Darwin, dapat tergambar jelas bahwa perbuatan tersebut sudah direncanakan terlebih dahulu sebelumnya. Bahwa kedua tersangka merencanakannya di rumah kontrakannya di daerah Pahoman (depan RRI) kemudian membeli alat bukti (tali rafia) lalu mengambil alat linggis.

“Pasal yang kami tetapkan untuk menjerat kedua tersangka yakni, Pasal pembunuhan berencana. Setelah dilakukan rekonstruksi sebanyak 43 adegan, kemmungkin akan dilakukan kembali rekonstruksi ditempat lain dalam hal pembuangan barang bukti lain,”kata Dery.

Untuk TKP dalam pelaksanaan rekonstruksi ini, sambung mantan Kasat Reskrim Lampung Tengah, ada empat lokasi TKP. Kemudian dari setiap lokasi TKP, bisa kita lihat ada beberapa adegan atau peran yang dilakukan kedua tersangka di TKP.

Namun, untuk inti dari gelar rekonstruksi ini adalah di enam inti adegan. Seperti saat korban mengantarkan air minum, tersangka memukul  kepala korban sehingga korban jatuh, pada saat korban jatuh dicekik tersangka menggunakan linggis, diikat menggunakan tali rafia, dan juga ketika tersangka memukul kembali korban sebanyak empat kali lalu dicekik menggunakan linggis dan tali rafia.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman motif dari pembunuhan, karena memang ada beberapa barang berharga milik korban yang  yang diambil yakni mobil dan barang-barang berharga lainnya. Namun berdasarkan dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka dan suami korban, karena sakit hati. Jadi, nanti kami akan mengembangkan lagi untuk motif yang sebenarnya,”jelasnya.

Tersangka Yunita dan Darwin saat memperagakan membawa kabur mobil tantenya setelah membunuh tantenya dengan linggis dan menguras harta bendanya. 

Dery memaparkan, diketahui bahwa pelaku pembunuhan Suryaningsih mengarah kepada kedua tersangka berdasarkan dari hasil penyelidikan. Pihaknya menemukan beberapa saksi dan alat bukti, lalu dilakukan analisa dan evaluasi (Anev) dimana tim yang dibentuk untuk mengungkap kasus tersebut ada tiga tim, dan akhirnya mengrucut kebeberapa pelaku.

“Setelah dilakukan pengecekan dan penyelidikan selanjutnya, didapatlah barang bukti milik korban berupa mobil Toyota Agya milik korban dan mobil tersebut diketahui dibawa oleh tersangka Yunita. Petugas melakukan penangkapan terhadap Yunita, baru selanjutnya dilakukan penangkapan tersangka Darwin,”paparnya.

Ikuti perkembangan kasus PNS RSU Abdoel Moeloek Rampok dan Bunuh Tante Sendiri