Dijanjikan akan Dibelikan Dua Bungkus Rokok Kretek, Sutikno Mau Jadi Kurir Sabu

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Sutikno

BANDARLAMPUNG – Sutikno (45), kurir sabu-sabu yang baru saja ditangkap polisi,  mengaku, dirinya mau disuruh tetangganya, SGT (DPO), untuk membeli sabu-sabu karena tergiur dengan upah yang diberikan. Ironisnya. upah yang akan diterima Sutikno hanya berupa dua bungkus rokok kretek. Sebelum sabu-sabu itu sampai ketangan SGT, dan Ia belum menerima upah yang dijanjikan sudah lebih dulu ditangkap polisi.

“Saya cuma disuruh aja sama SGT untuk beli sabu, tapi saya bukan pengedar atau pemakai. Satu paket sabu, beli sama BD sebesar Rp 300 ribu. Saya dapat upah Rp 50 ribu dari SGT, uangnya untuk beli rokok Sampoerna kretek,”ucapnya dihadapan petugas dan awak media, Kamis (26/11).

Dikatakannya, ia mengaku sudah tiga kali disuruh beli sabu sama SGT. Menurutya, ia mau menuruti kemauan SGT karena tergiur upah yang diberikan. Karena uang dari kerja kuli bangunan, tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya saya inikan kerjanya cuma jadi kuli bangunan, sehari digaji sebesar Rp 65 ribu. Saya mau disuruh sama SGT, karena dapat uangnya gak perlu capek-capek kerja cuma butuh waktu setengah jam sudah dapat uang,”ungkapnya.

Polisi menangkap kakek Sutikno (45) seorang kuli bangunan yang menjadi kurir narkoba di Jalan Pulau Morotai, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung, pada Jumat (20/11) sekitar pukul 19.45 WIB.

Warga Jalan Sultan Agung, Gg Citra Bunga Kelurahan Kota Sepang Jaya Kecamatan Labuhan Ratu, Bandarlampung tersebut, ditangkap polisi saat akan mengantarkan satu paket kecil sabu yang baru dibelinya dari seorang bandar di Antasari.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti satu satu paket kecil sabu-sabu dan satu buah ponsel yang didalamnya berisikan adanya transaksi narkoba.