Beranda Hukum Kriminal Dikejar dan Ditendang Hinga Terjatuh, Maling Gagal Gondol Motor Warga Sidodadi Lamsel

Dikejar dan Ditendang Hinga Terjatuh, Maling Gagal Gondol Motor Warga Sidodadi Lamsel

113
BERBAGI
Warga Desa way Gelam, Kecamatan Candipuro saat mencari pelaku pencurian sepeda motor yang lari kabur ke belakang rumah warga desa setempat, Minggu malam (15/11/2020). Pelaku mencuri sepeda motor milik warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo yang sebelumnya sempat kabur membawa motor curian tersebut namun aksinya dapat digagalkan. (Foto: Ist)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di wilayah hukum Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Minggu malam (15/11/2020) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban pencurian itu adalah Sodikin atau yang akrab disapa Abah Ikin (55), warga Jalan Merdeka, Dusun Krajan II, Desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo.

Aksi pencurian motor tersebut, dilakukan dua orang pelaku remaja tanggung yang mengendarai sepeda motor jenis matic. Dalam aksinya, pelaku awalnya berhasil kabur membawa sepeda motor Honda Supra X125 warna merah kombinasi hitam milik korban yang diparkirkan diteras samping rumah korban.

Namun, pelaku yang kabur menuju ke arah Kecamatan Candipuro itu berhasil dikejar oleh  kerabat korban di wilayah Wonosari, Kecamatan Candipuro. Bahkan, sempat terjadi kejar-kejaran dan juga saling tendang antara kerabat korban dan pelaku.

Satu pelaku lain yang mengendarai motor jenis matic, kabur menuju ke arah Pasar Candipuro. Sedangkan pelaku yang mengendarai motor curian milik korban berbalik arah dan kabur menuju arah Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro.

Akhirnya, pelaku terjatuh dari motor setelah ditendang kerabat korban dan masuk ke dalam parit (selokan) di Jalan Raya Desa Way Gelam.

Kerabat korban, meminta tolong warga setempat untuk membantu menangkap pelaku yang yang kabur menuju ke belakang salah seorang rumah warga Desa Way Gelam. Meski sudah dikepung warga, pelaku berhasil meloloskan diri.

Aksi pelaku pencurian motor ini sempat membuat heboh warga desa setempat meski lokasi kejadian pencuriannya terjadi di Desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo.

Menurut keterangan anak korban, Andika Saputra (32) atau yang biasa disapa Kewer ini, membenarkan terjadi adanya pencurian motor yang terjadi di rumah orangtuanya semalam di Jalan Merdeka, Dusun Krajan II, Desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo. Pelaku pencurian, dilakukan dua remaja tanggung yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street.

“Benar, kejadiannya itu selepas maghrib sekitar pukul 18.30 WIB. Sepeda motor jenis Honda Supra X125 warna merah hitam milik Abah (Bapak) saya ini, dicuri saat diparkirkan diteras samping rumah,”ujarnya kepada teraslampung.com, Senin (16/11/2020).

Andi alias Kewer mengatakan, kejadian pencurian itu berawal ketika Abahnya usai melaksanakan sholat maghrib. Kemudian ketika Abah sedang menonton televisi, terdengar suara dan taklama berselang itu terdengar suara sepeda motor yang langsung tancap gas keluar dari halaman rumah.

“Saat itu juga, Abah langsung keluar rumah dan mencoba melihat sepeda motornya. Ternyata benar, sepeda motor tersebut sudah tidak ada lagi raib dibawa kabur pencuri,”ujarnya.

Pada saat itu juga, kata Kewer, Abah langsung menghubungi dirinya yang saat itu sedang berada di rumah mertuanya dan memberitahukan kalau sepeda motornya baru saja hilang dicuri. Pelakunya, belum lama kabur membawa motor tersebut.

Menurutnya, kedua pelaku kabur melalui jalan pintas di Pasar Sidomulyo yang tembus tepat di belakang Gereja, dan diperkirakan pelaku kabur membawa motor itu menuju Candipuro. Hal itu diketahui, setelah Ia mendapat informasi dari temannya yang sedang nongkrong di Pasar dan sempat melihat pelaku.

“Begitu dapat telepon dari Abah dan dapat informasi dari teman, saya menghubungi Sandi (kakak ipar) dan Rhandi Kharisma (adik ipar) yang tinggal di daerah Wonosari, Kecamatan Candipuro meminta agar dilakukan pencegatan,”ucapnya.

Ternyata kakak iparnya, Sandi yang saat itu sedang duduk didepan rumah melihat dua remaja tanggung mengendarai motor Supra X125 dan motor jenis matic sesuai ciri-ciri yang sudah ia beritahukan berjalan beriringan dengan santai sembari terima telepon. Lalu kakak iparnya memberitahukan ke Rhandi yang saat itu sedang berada dalam rumah, dan saat itu juga Rhandi langsung berusaha mengejarnya.

“Begitu dikejar dan dipepet sama adik ipar saya Rhandi, ciri-ciri motornya sama dan semakin yakin lagi motor yang dikendarai itu tanpa adanya kunci kontak. Ternyata benar, kedua pelaku langsung tancap gas dan kabur menuju kearah Pasar Candipuro,”ungkapnya.

Saat itu juga, lanjut Kewer, adik iparnya mengejar pelaku dan berhasil memepet pelaku serta berusaha menendangnya. Namun pelaku berhasil mengelak, pelaku membelokan arah motornya dan langsung tancap gas menuju kearah Desa Way Gelam. Sementara pelaku yang mengendarai motor matic, kabur menuju kearah Pasar Candipuro.

“Jadi adik ipar saya Rhandi ini, fokus mengejar pelaku yang kabur bawa motor Abah saya. Begitu sampai di Desa Way Gelam tepatnya sebelum tingkungan SDN 1 Way Gelam, Rhandi berhasil memepet pelaku dan menedangnya hingga pelaku jatuh tersungkur masuk dalam parit,”terangnya.

Meski sudah jatuh, pelaku lari meninggalkan motor Abah yang dicurinya itu menuju ke belakang rumah salah seorang warga Desa Way Gelam. Lalu Rhandi teriak minta tolong warga setempat, dan teriakannya didengar warga. Mereka mencari pelaku menyisir setiap belakang rumah warga, lalu ke areal pesawahan dan lokasi lainnya di desa tersebut hingga pukul 22.30 WIB tapi pelaku tidak berhasil ditemukan.

“Padahal sudah dikepung banyak orang, termasuk pak Kades Way Gelam, Setiawan bersama petugas Bhabinkamtibmas Polsek Candipuro mencari pelaku tapi pelaku tidak ditemukan. Dugaannya, pelaku sudah kabur jauh lebih dulu sebelum warga ramai datang melakukan pencarian,”pungkasnya.