Beranda Hukum Kriminal Dikeroyok Para Kontraktor, Plt Kepala BPKA Lampura Lapor ke Polres

Dikeroyok Para Kontraktor, Plt Kepala BPKA Lampura Lapor ke Polres

5620
BERBAGI
Plt Kepala BPKA Lampung Utara, Desyadi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi– Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepala Keuangan dan Aset Lampung Utara (BPKA Lampura), Desyadi melaporkan sejumlah kontraktor‎ ke Polres Lampung Utara karena telah megeroyoknya  depan pintu gerbang tempatnya kos, di  Kotabumi, Kamis pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Pengeroyokan ini diduga dipicu keinginan para kontraktor yang memaksa Desyadi untuk mencairkan uang muka proyek tahun 2018.

‎”Perbuatan mereka hari ini kepada saya membuat saya sangat trauma dan dicekam ketakutan. Trauma psikologis ini lebih parah dampaknya ketimbang dianiaya,” tegas Desyadi usai melapor di Mapolres.

Desyadi mengatakan, perlakuan para kontraktor yang berjumlah sekitar 20 – 30 orang itu sungguh tidak dapat ia terima. Sebab, mereka memperlakukannya bak seorang penjahat saja. Mereka memiting leher sembari mencoba menyeretnya naik ke dalam mobil, dan juga menggedor – gedor mobilnya.

‎”Mobil saya digedor – gedor, leher saya dipiting untuk dipaksa naik mobil. Mereka ingin bawa saya ke kantor. Menurut saya, ini sudah percobaan pembunuhan,” tandasnya.

Adapun kronologi kejadian berawal dari kedatangan dua orang tidak dikenal bersama dengan bendahara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampura, Hifni, ke kosannya.‎ Belakangan diketahui kedua orang itu ternyata kontraktor.

Mereka memaksa ia untuk segera mencairkan uang muka proyek tahun 2018. Namun, karena kas yang tersedia hanya diperuntukkan untuk pembayaran gaji induk bulan Juni dan THR PNS‎. Mereka masih saja tetap memaksa dan menyatakan bahwa pencairan uang muka ini perintah dari Pelaksana Tugas Bupati Sri Widodo.

“Selanjutnya, saah satu dari mereka berteriak – teriak dan menelepon untuk mengumpulkan massa‎. Karena kondisi sudah tidak kondusif, saya kemudian ingin beranjak pergi dari kosan,” jelasnya.

Namun laju mobil Desyadi terpaksa terhenti karena ternyata di depan pintu gerbang kos – kosannya telah ditutupi oleh mobil dan sepeda motor dari para kontraktor yang baru saja dihubungi tersebut. Meski dikepung dan akan diseret naik ke dalam mobil, namun ia berhasil mengenali salah seorang kontraktor tersebut yang terlihat sebagai ‘pemimpin’ dalam aksi itu.‎

“Salah satu kontraktor yang saya tahu namanya itu Agus Libo. Ia yang memprovokasi dan menggedor – gedor mobil saya. Bagi saya, hukum harus ditegakan apapun risikonya,” ‎tegas dia.

Di sisi lain, ‎Agus Libo menuturkan bahwa kedatangannya ke lokasi dikarenakan ingin meminta tanda tangan Desyadi sebagai salah satu persyaratan pencairan uang muka. Yang bersangkutan tidak ada di kantornya saat ia dan rekan – rekannya mendatangi kantor BPKA.

“Saya ke kosan itu karena ditelepon oleh Ah. Ah yang bilang kalau pak Desyadi ada di kosannya sekarang,” katanya.

Agus juga membantah turut terlibat dalam dugaan aksi pengeroyokan yang menimpa Desyadi. Menurutnya, ia sama sekali tidak melakukan semua yang dituduhkan padanya.

“Saya enggak pernah melakukan seperti yang dituduhkan‎,” terang dia.

Loading...