Hukum  

Dilaporkan ke Polisi dengan Tuduhan Menganiaya, Ini Kata Kabag Protokol Tubaba

Kepala Bagian Protokol Pemkab Tulangbawang Barat, Fetha Rio
Kepala Bagian Protokol Pemkab Tulangbawang Barat, Fetha Rio
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kepala Bagian Protokol Pemkab Tulangbawang Barat, Fetha Rio membantah adanya kejadian penganiayaan ‎di kediaman orang tuanya seperti yang dilaporkan oleh kakak iparnya (Iin Damai Yanti Sarda).‎ Bahkan, menurutnya, dalam persoalan ini, mereka yang menjadi korban dan bukan sebaliknya.

‎”Yang seolah – olah yang jadi korban dari pihak sana (Iin). Padahal, itu rumah kami. Kami yang diadakan perusakan, diserang, dan segala macam,” kata Fetha Rio saat memberikan penjelasan menurut versi mereka di kantor PWI Lampung Utara, Rabu sore (23/3/2022).

Aksi pengrusakan dan pengancaman ini dilakukan oleh kerabat kakak ‎iparnya yang kebetulan turut mendampingi kakak iparnya ke rumah orang tua mereka. Peristiwa tak mengenakan ini terjadi hanya berselang beberapa saat setelah kakaknya (Gespen) dan istrinya (Iin) cekcok mulut. Salah seorang kerabat kakak iparnya yang turut menemani terlihat mengacungkan senjata tajam yang memang telah dibawanya.

“Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, dibawa atau didorong ke luar. Singkat cerita terjadilah pengrusakan‎ makanya malam itu juga Gespen Rubi melaporkan ini ke Polres Lampung Utara,” jelasnya.

Fetha Rio ‎merasa agak jengah dengan kejadian ini. Sebab, sejatinya, persoalan ini adalah persoalan keluarga yang tak layak untuk diketahui orang banyak. Namun, karena kadung telah menjadi konsumsi publik, pihaknya tak memiliki pilihan lain selain menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.

“Barang bukti telah dilengkapi termasuk saksi – saksi,” kata dia.

Adapun pemicu dari persoalan ini sendiri bermula dari kedatangan ‎kakak iparnya (Iin) yang ditemani oleh kerabatnya ke rumah orang tua mereka. Kedatangan mereka untuk menjemput ketiga anaknya. Ketiga anak Iin dan Gespen memang berada di kediaman orang tua Gespen dikarenakan orang tua Gespen telah lama ingin bertemu dengan cucu mereka tersebut.

“Percekcokan ini karena karena kakak ipar saya ingin membawa anaknya. Padahal, bapaknya juga kan punya hak,” jelasnya.

Sebelumnya, tidak terima dengan penganiayaan yang diterimanya, ‎Iin Damai Yanti Sarda (37) mempolisikan dua oknum pejabat di lingkungan Pemkab Tulangbawang Barat (Gespen Rubi dan Fetha Rio) pada pada Senin malam (14/3/2022). Gespen Rubi sendiri merupakan suami dari korban Iin Damai Yanti Sarda.

Selain kedua oknum pejabat tersebut,  Iin juga melaporkan lima terduga pelaku lainnya. Laporan itu tertuang dalam STPL/665/B-1/III/2022/SPKT/POLRES LAMPUNG UTARA/POLDA LAMPUNG tertanggal 14 Maret 2022.

You cannot copy content of this page