Beranda Hukum Dilaporkan Menipu dan Palsukan Dokumen, Mantan Calon Wabup Lamteng Bantah Kenal Pelapor

Dilaporkan Menipu dan Palsukan Dokumen, Mantan Calon Wabup Lamteng Bantah Kenal Pelapor

290
BERBAGI
Surino didampingi pengacara Ansori menjelaskan kasus yang dialaminya kepada para wartawan di Graha Jurnalis Polda Lampung, Jumat (10/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mantan calon Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah pada Pilkada 2015 lalu, Musa Ahmad saat dikonfirmasi melalui ponselnya, membantah atas tuduhan yang dialamatkan terhadap dirinya terkait atas laporan Surino atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen. Karena aset sertifikat tersebut, ia dapatkan berdasarkan dari hasil lelang negara dan resmi.

“Laporan itu nggak benar, saya akan tuntut balik. Saya dapat aset itu kan dari lelang resmi, saat itu pihak bank hubungi saya ada lelang,”ujarnya kepada teraslampung.com, Jumat (10/3/2017) sore.

Musa juga membantah, bahwa dirinya mengenal dengan Surino tersebut, apalagi dirinya juga tidak pernah meminjamkan uang kepada Surino.

“Saya tidak kenal sama dia (Surino), apalagi kok sampai minjamin uang,”tegasnya.

Kemudian saat disinggung mengenai proses balik nama sertifikat, Musa mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Karena itu semua, merupakan urusan dari pihak bank yang melakukan pelelangan.

“Mengenai proses balik nama di sertifikat, urusan bank bukanlah saya. Karena saya dapatnya dari lelang, apalagi sudah jelas disahkan dari pengadilan,”ungkapnya.

Mantan calon Wabup Lampung Tengah ini juga mengaku, dirinya berencana akan menuntut dengan jalur hukum melaporkan balik Surino ke pihak berwajib. Namun Musa belum dapat memastikan, kapan dirinya akan melaporkan Surino tersebut.

“Saya akan tuntut dan laporkan balik itu si Surino, tapi nanti saya akan lihat kapan waktunya pasti akan saya kabari,”ungkapnya.

Dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan, Mantan wakil Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad dilaporkan ke Polda Lampung oleh Surino (43) warga Desa Yukum Jaya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Jumat (10/3/2017) siang.

Laporan tersebut, tertuang dengan nomor laporan STTPL/294/III/2017/lpg/SPKT tertanggal 10 Maret 2017.