Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dinas Kehutanan Lampura Tingkatkan Patroli di Sekitar Hutan Kawasan

Dinas Kehutanan Lampura Tingkatkan Patroli di Sekitar Hutan Kawasan

254
BERBAGI
Ilegal logging (ilustrasi)

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara (Lampura) terus meningkatkan patroli di sekitar hutan kawasan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan pada musim kemarau kali ini.

“Patroli ini sesuai dengan instruksi atau perintah Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara agar tak terjadi musibah kebakaran di hutan kawasan,” kata Kabid Perlindungan Hutan Dishutbun, Awal Budiantoro, Minggu (23/8).

Menurut Awal, patroli rutin pada sekitar hutan kawasan ini melibatkan berbagai elemen seperti Polhut, Pamswakarsa, dan para petani pengelola  HKm (Hutan Kemasyarakatan). Selain menggelar patroli rutin, pihaknya juga selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar hutan kawasan tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan tak melakukan tindakan yang dapat merusak hutan.

“Patroli bersama pada dua hutan kawasan atau register ini kita lakukan tiap hari,” papar dia.

Masih menurut Awal, kondisi hutan kawasan yang ada di wilayahnya masih tergolong aman dari ancaman kebakaran meski di wilayah Kecamatan Bunga Mayang terdapat titik api yang terdeteksi oleh satelit NOA. Titik api itu bersumber dari pembakaran sisa batang tebu usai panen.

“Lokasi pembakaran batang tebu atau sereseh guna persiapan menanam sudah dipastikan aman supaya enggak menjalar ke tempat lain. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak PTPN VII terkait titik api itu,” kata dia.‎

Sebelumnya, pada Juni lalu, Dishutbun Lampura menyatakan sedikitnya terdapat empat titik api di wilayahnya pada musim kemarau kali ini. Ke-empat titik api berada di Kecamatan Bunga Mayang, Sungkai Selatan dan Kotabumi Utara. Dengan rincian, dua titik api di Kecamatan Bunga Mayang, sementara dua titik api lainnya berada di Sungkai Selatan dan Kotabumi Utara. Keberadaan titik – titik api ini diketahui dari data yang dikirimkan oleh BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Lampung.