Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dinas Kesehatan Lampura Investigasi Penyelewengan Dana Program JKN

Dinas Kesehatan Lampura Investigasi Penyelewengan Dana Program JKN

195
BERBAGI
Ilustrasi

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–‎Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Heri Prasetyo Hernawan enggan mengomentari dugaan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kepala Puskesmas Wonogiri, Wardiyanto S.R.

‎”Saya belum bisa komentar karena tim investigasi lagi jalan (menuju Puskesmas Wonogiri),” kata dia dalam pesan singkatnya, Jumat (3/7).

Begitu pun saat ditanya mengenai sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada bawahannya tersebut apabila hasil tim investigasi Dinas Kesehatan dugaan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang tersebut terbukti benar nantinya.

“Sabar dulu. Tunggu hasil tim saya turun,” tuturnya.

‎Kepala Puskesmas Wonogiri, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura), Wardiyanto S.R diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi.

Wardiyanto disinyalir sengaja menggelapkan dana program Home Care ‎Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014 lalu yang diperuntukan bagi perawat / bidan yang menjadi pelaksana program tersebut. Program Home Care JKN ini sendiri berupa kunjungan perawat atau bidan ke rumah – rumah warga. Tak hanya itu, Kepala Puskesmas itu juga diduga sengaja menggelapkan dana puskesmas tersebut sebesar Rp5 juta dengan modus menebus mobil ambulans Puskesmas dari Dinas Kesehatan.

“Dana Home Care yang harusnya menjadi hak para petugas hingga kini enggak dibayarkan oleh Kepala Puskesmas,” terang sumber terpercaya, baru – baru ini.

Padahal menurutnya, tak ada alasan bagi Kepala Puskesmas untuk menahan hak para ‎petugas Home Care Puskesmas Wonogiri karena para petugas telah menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut perkiraannya, dana yang belum dibayarkan itu berjumlah sekitar Rp6 juta. Akibat tak dibayarkannya hak para petugas tersebut, kata sumber, para petugas enggan kembali melaksanakan tugasnya untuk melaksanakan program itu.

“Para petugas jadi malas mas ngejalanin program itu karena sudah capek, ternyata hasil keringat mereka enggak nyampe,” tuturnya.