Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Dinas Kominfo Kota Bandarlmpung Sosialisaskani Sistem Informasi Publik

Dinas Kominfo Kota Bandarlmpung Sosialisaskani Sistem Informasi Publik

152
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bandar Lampung menyelenggarakan Acara Sosialisasi Sistem Informasi Publik (e-Publik) Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, di ruang rapat Inspektorat kota Bandarlampung, Kamis (28/11/2019).

Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik dan Pengelolaan PPID Pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bandar Lampung dengan mengangkat tema “Peran PPID Dalam Pengelolaan Layanan Informasi Dan Dokumentasi”.

Dalam Sambutan Plt. Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Kota Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi mengatakan, acara sosialisasi ini sebagai wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat memahami dan terwujudnya Keterbukaan Informasi Publik di Pemkot Bandar Lampung, Aplikasi PPID di Kota Bandar Lampung sangat dibutuhkan pada kota Bandar Lampung smart city,” katanya.

Ketua Komisi Informasi Lampung Dery Hendryan meminta kesadaran para lurah atau pengelola dana kelurahan di Kota Bandar Lampung untuk transparan dalam mengelola dana.

“Dari 126 kelurahan yang ada di Bandar Lampung sepertinya tidak ada yang mencantumkan berapa dana kelurahan yang dikelola dan untuk apa saja dana tersebut. Saya harap pihak kelurahan harus bisa mengelola keuanganya harus akuntabel, bisa ditampilkan informasinya di online atau juga off line melalui papan pengumuman atau banner,” katanya

Menurutnya, perlu ada upaya membangun pemerintahan yang sehat dengan terbuka, efektif, efisien dan membelanjakan sesuai dengan rencana serta mengelola sesuai atauran yang ada.

“Yang paling penting akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.