Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Dinas Pendidikan Lamsel Berangkatkan 18 Atlet O2SN Tingkat Provinsi

Dinas Pendidikan Lamsel Berangkatkan 18 Atlet O2SN Tingkat Provinsi

146
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Atlet pelajar SMA Lampung Selatan dan guru pendamping yang akan mengikuti O2SN Tinkat Provinsi Lampung.

KALIANDA – Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan memberangkatkan 18 orang atlet pelajar tingkat SMA di Lampung Selatan, untuk mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi tahun 2015, di Kota Bandarlampung.

Keberangkatan atlit pelajar Lampung Selatan dalam rangka mengikuti ajang adu kemampuan dibidang olahraga tersebut, dilepas oleh Sekretaris Disdik Firmansyah, mewakili Kepala Disdik Lampung Selatan Drs. H. Burhanuddin, M.M., di Aula Disdik Lamsel, Selasa (26/5).

Hadir dalam acara pelepasan atlit pelajar terbaik Lamsel itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdik Lamsel Drs. Mawardi, serta para pendamping dan ofisial  atlet dari masing-masing perwakilan rayon.

Dalam kesempatan itu Firmansyah menjelaskan, Disdik Lamsel mengirimkan sebanyak 18 atlet pelajar SMA untuk mengikuti O2SN dengan berbagai cabang olah raga  seperti catur, karate, pecak silat,  atletik, bulu tangkis, dan tenis meja.

“Dari berbagai cabang olahraga yang diikuti, diharapkan atlet Lamsel mampu meraih juara umum pada O2SN tingkat provinsi ini,” ujar Firmansyah.

Dikatakannya, ajang O2SN ini merupakan kegiatan sebagai sarana motivasi untuk menumbuhkembangkan bakat dan keterampilan peserta pelajar di Kabupaten Lampung Selatan.

“Kami  berharap kepada para atlet, agar kiranya kegiatan O2SN ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengejar dan meraih prestasi tertinggi, serta menunjukkan kemampuan terbaik dalam bertanding demi membawa nama harum Kabupaten Lampung Selatan,” harapnya.

Firman berpesan  agar kemenangan yang diraih nanti  tidak dijadikan oleh para atlet Lamsel sebagai tujuan akhir. Sebab, menurutnya hal tersebut dapat memicu seseorang untuk melakukan segala cara demi meraih kemenangannya.

“Jika kemenangan dijadikan tujuan akhir, maka akan berdampak terhadap hilangnya sikap sportifitas dalam mengikuti perlombaan. Jangan sampai kerja keras yang selama ini telah terbina dan dilakukan dengan baik, malah dirusak oleh tujuan yang sesaat,” katanya.

Loading...