Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dinas Perizinan Lampura Tak Berdaya Tertibkan Mini Market Pelanggar Perda

Dinas Perizinan Lampura Tak Berdaya Tertibkan Mini Market Pelanggar Perda

875
BERBAGI
Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Utara
Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Utara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dengan dalih perizinan berlaku selamanya, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Utara tak berdaya untuk ‘menertibkan’ sejumlah mini market yang jaraknya ditengarai tidak sesuai dengan peraturan daerah.

Seperti yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Penataan Toko Modern (mini market) ‎dan Kemitraan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jarak antara mini market mereka dengan persimpangan jalan harus berjarak sekitar 50 meter. Selain itu, total unit toko modern juga tak boleh lebih dari dua unit di setiap kecamatan.

Dengan kondisi seperti ini, praktis Peraturan Daerah Tentang Penataan Toko Modern (mini market) ‎tahun 2016 berpotensi hanya menjadi sebuah ‘kitab’ penghias lemari belaka. Padahal, anggaran daerah dan energi yang dihabiskan untuk menghasilkan perda ini tidak sedikit.

Gimana mau ditertibkan, perdanya kan dibuat sebelum mini market – mini market itu berdiri. Perda itu tidak berlaku surut,” kata Kepala Bidang Perizinan, Ekonomi, dan Pembangunan di DPMPTSP Lampung Utara, Ahmadi, Selasa (16/6/2020).

Selain alasan itu, Ahmadi juga mengatakan, penertiban ini terkendala dengan adanya perubahan perizinan. Saat ini, seluruh Surat Izin Usaha Perdagangan yang semula berlaku hanya untuk lima tahun kini berlaku selamanya.

“Peluang untuk menertibkannya hanya saat perpanjangan SIUP, tapi kini SIUP itu berlaku seumur hidup,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan memberlakukan perda ini saat ada usaha baru yang akan mendirikan usaha di wilayahnya. Jika memang jarak lokasi usahanya tidak sesuai peraturan maka pihaknya tidak akan mengeluarkan izinnya.

“Tapi khusus usaha baru harus mematuhi seluruh isi Perda Tentang Mini Market,” tegas dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, untuk Kecamatan Kotabumi Selatan saja, jumlah toko modern yang beroperasi di wilayah tersebut sudah lebih dari 20 unit. Jumlah itu berpotensi bertambah banyak karena hampir di tiap kecamatan telah berdiri Indomaret atau Alfamart.

Sementara pelbagai toko modern yang berdiri kurang dari 50 meter cukup banyak, di antaranya ada di perempatan‎ Kebun Empat, Kotabumi dan di daerah Kampung Baru, Kotabumi.

Loading...